Untuk mempercepat pelaporan kematian di Kota Pasuruan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Pasuruan melaunching Inovasi Lentera Bumi.
Lentera Bumi merupakan kepanjangan dari Layanan Terintegrasi Akta Kematian dan Buku Pokok Kematian.
Launching digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Pasuruan kemarin (10/06). Selain melaunching Inovasi Lentera Bumi, digelar pula Forum Konsultasi Publik dan Penandatanganan Kesepakatan.
Antara Pemkot Pasuruan bersama Rumah Sakit Graha Sehat Medika Kota Pasuruan.
Serta Penandatangan komitmen bersama untuk menyukseskan inovasi Lentera Bumi.
Kepala Dispendukcapil Kota Pasuruan Siti Mariyam mengatakan, rata-rata penerbitan akta kematian, masih diangka 31 persen atau 880 akta, yang penerbitannya di atas 1 tahun.
Tentunya ini menjadi kurang tepatnya sasaran, untuk program pembangunan.
“Harapannya dengan inovasi Lentara Bumi ini, bisa ada perencanaan yang optimal. Terutama terkait dengan masalah administrasi kependudukan,” ungkapnya.
Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf berharap, dengan inovasi Lentera Bumi ini, bisa mempercepat laporan kematian ke Dispendukcapil.
Karena masih ada pelaporan kematian yang terlambat, bahkan lebih dari setahun keluar akta kematinnya.
“Karena jika kematian tidak dilaporkan, maka akan dianggap masih hidup. Dan jika masih mendapat bantuan dari pemerintah, nantinya akan menjadi temuan. Dan kalau ada temuan, yang diperiksa dari dinas terkait. Karena itu, kematian harus cepat terlaporkan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Gus Ipul, panggilan akrab Saifullah Yusuf juga mengajak sumbang saran dan pendapat dalam Forum Konsultasi Publik.
Hal ini untuk layanan administrasi kependudukan yang lebih baik lagi.
Termasuk untuk mendukung tersedianya data kematian penduduk secara real time pada Buku Pokok Kematian.
Karena menjadi dasar Dispendukcapil, untuk melakukan percepatan layanan akta kematian, bagi penduduk yang belum mengurus akta kematian keluarga yang meninggal. (eka/*)
Editor : Achmad Syaifudin