Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

PSSI Tetap Harus Bayar Sewa Stadion Untung Suropati

Fahrizal Firmani • Sabtu, 8 Juni 2024 | 16:45 WIB
JADI SUMBER PEMASUKAN: Stadion Untung Suropati yang menjadi aset Pemkot Pasuruan. Siapapun yang menggunakan stadion ini, wajib membayar retribusi.
JADI SUMBER PEMASUKAN: Stadion Untung Suropati yang menjadi aset Pemkot Pasuruan. Siapapun yang menggunakan stadion ini, wajib membayar retribusi.

PASURUAN, Radar Bromo - Pembinaan sepak bola di Kota Pasuruan sudah dilakukan sejak dini.

Upaya mencetak bibit atlet ini masih dinilai kurang maksimal. Bahkan biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit.

Betapa tidak. Untuk latihan dan pembinaan atlet sepak bola saja, PSSI juga tetap harus dikenai retribusi jika memakai stadion atau lapangan yang dikelola Pemkot Pasuruan.

Ini setelah Kota Pasuruan memiliki Perda Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Ini diakui para pengurus Askot PSSI Pasuruan. Anggota Askot PSSI Brian mengungkapkan, saat ini PSSI tengah mempersiapkan skuad U-17 menghadapi Piala Soeratin pada Agustus mendatang. Saat ini mereka terus digenjot secara fisik dan teknik.

 

 

Askot PSSI Pasuruan memang kerap menggunakan stadion Untung Suropati sebagai tempat berlatih.

Namun penggunaan stadion tidaklah gratis. Setiap pekannya bisa memakai stadion tiga kali.

Biaya sewa yang dikeluarkan cukup tinggi yakni Rp 200 ribu sekali sewa. Sehingga satu pekan bisa mengeluarkan biaya hingga Rp 600 ribu. Kalau dalam sebulan, sedikitnya harus mengeluarkan Rp 2 juta.

“Kadang yang jadi soal anggaran dari KONI belum turun, jadi ya harus pandai dalam mencari dana lain,” jelasnya.

Sejak perda tentang retribusi ini diberlakukan, maka mau atau tidak PSSI harus mentaati.

Walaupun biaya tersebut terbilang besar bagi cabor. Khususnya untuk pembinaan bibit atlet.

Di sisi lain, tiap cabor tentu ingin membentuk atletnya menjadi profesional. Inipun sudah dilakukan PSSI, seperti banyak atlet sepak bola Kota Pasuruan yang dilirik klub.

 

 

Di musim tahun 2023-2024 misalnya. Ada tiga atlet Kota Pasuruan yang bergabung ke klub Persekabpas. Ada pula empat atlet yang masuk skuad Pasuruan United.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan, Dwi Ermitasari melalui Sekretaris Disparpora Budi Santoso menyebut, besaran sewa sudah diatur dalam perda. Tarifnya pun sama bagi penyewa lain.

“Mau dari masyarakat umum, sekolah sepak bola (SSB) atau PSSI ya juga dikenakan tarif yang sama,” tutur Budi.

Apalagi katanya, SSB itu adalah lembaga profit. Sementara PSSI juga mendapatkan hibah dari KONI. Sehingga aturan ini tidak memberatkan.

Penggunaan stadion untuk tempat latihan memang dikenai retribusi. Kecuali, menggunakan lintasan atletiknya, tidak dikenakan tarif.

“Jika ingin gratis, bisa mengajukan melalui surat yang ditujukan ke Wali Kota. Cuma Wali Kota bisa menerima, bisa juga menolak,” jelasnya. (riz/fun)

Editor : Ronald Fernando
#askot pssi pasuruan #pssi