Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ekonomi Kota Pasuruan Tumbuh, tapi Angka Kemiskinan Juga Ikut Naik

Fahrizal Firmani • Selasa, 28 Mei 2024 | 17:50 WIB

 

 

Ilustrasi
Ilustrasi

PASURUAN, Radar Bromo - Ekonomi Kota Pasuruan 2023 berhasil tumbuh 5,65 persen. Usaha transportasi dan pergudangan menjadi sektor penyumbang tertinggi sebesar 10,33 persen.

Kepala BPS Kota Pasuruan, Imam Sudarmaji mengungkapkan, perekonomian Kota Pasuruan pada 2023 mengalami kenaikan.

Namun, sedikit lebih lambat dibandingkan sebelumnya. Pada 2022, naik sebesar 5,65 persen.

Kondisi ini terbilang wajar. Mengingat, keadaan ekonomi di Indonesia, cenderung lebih stabil dibanding 2022.

Pertumbuhan terjadi hampir di semua lapangan usaha. Kecuali usaha pertambangan yang terkontraksi -72,83 persen dan jasa kesehatan -2,13 persen.

“Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan, adalah transportasi dan pergudangan serta informasi komunikasi 8,64 persen,” kata Imam.

Melesatnya transportasi dan pergudangan, tidak lepas dari tingginya arus pengiriman barang dan jasa, dari dalam maupun ke luar Kota Pasuruan.

Salah satu pendorongnya, menggeliatnya online shop.

Struktur perekonomian di Kota Pasuruan pada 2023, tidak terlalu banyak mengalami perubahan.

Sama seperti 2022, peringkat tertinggi masih menjadi milik perdagangan besar dan eceran sebesar 29,64 persen.

Di tempat kedua, ada industri pengolahan yang turut memberi andil sebesar 20,15 persen.

Perubahan sedikit terjadi pada peringkat ketiga. Di mana, transportasi dan pergudangan berhasil memberikan peran dibandingkan informasi komunikasi yang sebelumnya di posisi ini.

Kondisi ini semakin menegaskan, jika arus keluar masuk penumpang dan barang meningkat pesat di Kota Pasuruan.

Hal ini tidak lepas, dari posisi Kota Pasuruan yang terbilang strategis di Jawa Timur.

“Jika dibandingkan provinsi, pertumbuhan ekonomi Kota Pasuruan justru lebih baik. Provinsi hanya 4,95 persen,” jelas Imam.

Namun, ekonomi Kota Pasuruan belum dirasakan merata ke lapisan bawah.

Peningkatan ekonomi pada 2023 yang menyentuh angka lima persen, ternyata belum mampu menurunkan angka kemiskinan yang naik 0,23 persen menjadi 6,60 persen.

“Tingginya penggunaan sumber daya produksi dari luar kota Pasuruan, kurangnya distribusi atau pemasaran di dalam kota, menjadi faktornya,” tuturnya. (riz/one)

Editor : Abdul Wahid
#kota pasuruan #pertumbuha ekonomi #bps #angka kemiskinan #pemkot pasuruan