BERBAGAI upaya dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Nguling untuk meningkatkan kesejahteraan warganya. Salah satunya dengan membangun pujasera tahun lalu. Sejauh ini, pujasera tersebut belum difungsikan.
Desa yang dipimpin Edi Suyitno memang membangun pujasera. Lokasinya ini di Dusun Pasar sejak 2023 lalu.
Ada 12 gerai yang dibangun masing masing enam buah di sisi barat dan timur. Lalu di tengah disediakan banyak bangku bagi pengunjung.
Tidak hanya masyarakat yang menjual makanan dan minuman. Mereka yang ingin menjual produk UMKM bisa menyewa salah satu gerai. Nanti, mereka tinggal membayar biaya sewa per bulannya.
“Cuma memang belum difungsikan. Insyaallah pertengahan tahun ini. selesai digarap tahun lalu,” katanya.
Edi menyebut pihaknya belum menentukan harga sewa untuk setiap gerainya. Yang jelas mereka yang bisa menyewa adalah warga setempat. Tidak memandang status sosialnya.
“Kami ingin meningkatkan perekonomian warga. Hasil dari sewa pujasera juga bisa masuk dalam pendapatan desa,” terang Edi.
Saat ini pihaknya juga tengah menyelesaikan pengerjaan lahan parkir di Dusun Pasar yang berlokasi di sisi barat Pujasera.
Lahan parkir ini sudah hampir selesai. Sementara akan difungsikan untuk parkir motor siswa SMAN 1 Nguling.
Ke depannya lahan parkir ini akan terus dikembangkan oleh pihak desa. Sebab pemdes berkeinginan membuat wisata buatan. Berupa kolam renang dan kolam pancing. Pengerjaannya akan dilakukan bertahap.
“Kalau tahun lalu kami fokus pada Pujasera. Cuma ke depannya pujasera ini akan diintegrasikan dengan wisata,” tutur Edi.
Rutinkan Jumat Bersih Tiap Pekan
Pelayanan kepada masyarakat harus optimal. Karena itu, kebersihan balai desa juga harus terjaga.
Pemdes Nguling rutin melakukan kegiatan jumat bersih setiap pekannya. Seluruh perangkat terlibat membersihkan balai desa.
Kepala Desa (Kades) Nguling, Edi Suyitno menyebut, pihaknya merutinkan kegiatan Jumat bersih ini empat kali dalam sebulan. Tujuannya agar balai desa tampak bersih. Sehingga masyarakat yang datang pun nyaman.
“Balai desa ini adalah pusat utama pelayanan. Jadi harus baik. Makanya setiap sepekan sekali kami rutinkan bersih bersih,” tutur Edi.
Edi mengaku pihaknya sengaja memilih hari Jumat karena hari itu pendek. Pelayanan tidak sepadat hari hari lainnya. Tidak banyak masyarakat yang datang mengurus kebutuhan di balai desa.
Berbeda di hari Senin sampai Kamis. Saat itu, banyak masyarakat yang harus antri menunggu bisa terlayani. Sehingga jika kerja bakti dilakukan di hari lain, maka pelayanan bisa terganggu. Tidak optimal.
“Kami optimalkan giat bersih di saat pelayanan sepi. Kalau senin sampai kamis itu ramai pelayanan,” terangnya. (riz/fun/*)
Program dan Pembangunan Tahun 2024:
- Pengerjaan lahan parkir di Dusun Pasar
- Melengkapi fasilitas di pujasera