SEBAGIAN besar masyarakat Desa Sedarum, Kecamatan Nguling bekerja sebagai petani. Maklum lahan pertanian di desa ini lebih dari 20 hektare. Alasan inilah yang membuat Pemerintah Desa (Pemdes) Sedarum sangat memperhatikan sektor pertanian.
Tahun lalu, Pemdes Sedarum membangun jembatan untuk mendukung usaha tani di Dusun Kramat sepanjang 16 meter dengan lebar satu meter. Sebelumnya, petani harus melintasi sungai jika ingin menuju lahan pertaniannya.
Saat air besar ketika musim hujan, mereka tidak bisa lewat. Warga harus memutar lebih jauh hingga dua kilometer untuk bisa ke lahannya. Padahal potensi pertanian di lokasi ini tinggi karena bisa lebih dari 10 hektare.
Karena itulah jembatan ini dibangun. Kini setelah jembatan tuntas dikerjakan dan operasional, petani bisa nyaman saat menuju lahan pertanian mereka atau saat hendak membawa hasil panennya. Meski jembatan ini hanya bisa dilewati oleh roda dua.
“Kalau mobil tidak bisa karena lebar jalannya hanya satu meter. Jadi hanya bisa untuk pejalan kaki dan motor,” kata Kades Sedarum, Mohamad Halimi.
Halimi menyebut, pihaknya juga membangun saluran pembuangan air (SPA) di Dusun Sumur Sawah di dua sisi.
Masing masing sepanjang 60 meter. Fungsinya sebagai penampungan air saat musim hujan.
Sebab sebelum dibangun SPA, seringkali jalan permukiman dan rumah warga terendam air. Karena drainase tidak maksimal. Air meluber ke permukiman. Surutnya pun bisa berjam jam.
“Tahun lalu untuk fisik kami fokus pada pengerjaan jembatan dan SPA. Sebab ini paling mendesak,” jelas Halimi.
Tingkatkan Pendapatan Desa, Budi Dayakan Ayam Petelur
Berbagai upaya dilakukan oleh Pemdes Sedarum untuk meningkatkan pendapatan asli desa (PAD).
Salah satunya lewat sektor budi daya. Pemdes melakukan budi daya ayam petelur mulai tahun lalu.
Kades Sedarum Mohamad Halimi menyebut budidaya ayam petelur ini dilakukan di Dusun Pacinan. Sebanyak 1.200 ekor ayam dibudidayakan oleh kelompok tani setempat.
Hasil telur yang didapatkan itu dijual. Hasil penjualannya dibagi dua antara kelompok tani dan pemdes. Tentunya setelah dikurangi biaya untuk pemeliharaan dan pakan ayam.
“Sudah menghasilkan telur berulang kali. Hasilnya dimasukkan dalam kas desa sebagai pendapatan desa,” jelasnya.
Katanya, pemilihan ayam petelur ini karena perawatannya relatif mudah. Selain itu hasilnya juga bisa lebih banyak.
Sehingga saat dijual juga lebih mudah dan bisa mendapatkan hasil lebih cepat.
Pihaknya berencana mengembangkan budidaya ini tahun ini, dengan bekerja sama kelompok tani di desa lainnya. Selain meningkatkan perekonomian desa juga berdampak pada masyarakat.
“Telur ini dijual ke luar desa hingga ke masyarakat setempat. Memang penjualannya relatif mudah. Karena telur terjangkau,” terang Halimi. (riz/fun/*)
Pembangunan dan Program Desa Sedarum Tahun 2024
- Bangun kandang ayam dan ayam petelur di Dusun Sumur Sawah
- Paving di Dusun Pacinan dan Lor Embong
- PJU di Dusun Lor Embong