DESA Kapasan Kecamatan Nguling memiliki berbagai potensi kelautan. Agar pesisir tak mengalami abrasi, tahun kemarin dibangunlah Tembok Penahan Tanah (TPT). Pavingisasi dan sumur bor sampai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kegiatan Posyandu ikut menjadi program pemerintahan desanya.
Kepala Desa Kapasan Liyanto mengatakan bahwa untuk Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD) masih diberikan kepada warga kurang mampu. Di tahun 2023 diberikan kepada 30 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan tahun 2024 ini diberikan kepada 20 keluarga penerima manfaat (KPM).
Berbagai pembangunan juga dilakukan tahun 2023 lalu. Salah satunya ada Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Krajan.
TPT untuk adalah tembok untuk penahan ombak di bibir pantai dengan panjang 60 meter dan tinggi 3 meter.
Tujuannya untuk mencegah abrasi. TPT ini akan dilanjutkan di tahun ini rencana dengan panjang 63 meter dengan tinggi 3 meter.
TPT juga rencananya dibangun di Dusun Gunung Sir. Imbas dari longsor kecil di jalan utama Desa Kapasan. Sehingga pemdes membangun TPT di tahun ini sepanjang 62 meter dengan tinggi 1,5 meter.
Pavingisasi dibangun di Dusun Gunung Sir di jalan pemukiman. Kondisi jalan yang sebelumnya makadam, sudah dipaving sepanjang 340 meter dengan lebar 2,7 meter.
“Sebelumnya kalau hujan rutin ada genangan air dan menganggu aktivitas. Setelah dipaving Alhamdulillah lebih nyaman untuk pengendara jalan,” ujarnya.
Untuk membantu kebutuhan air ke rumah-rumah warga, tahun 2023 Desa Kapasan membangun 2 titik sumur bor di Dusun Gunung Sir.
Sebelumnya kondisi air bersih masih kurang lancar. Sehingga setelah dibangun 2 sumur bor air lebih lancar ke rumah-rumah warga.
“Tahun ini rencananya dibangun 3 sumur bor lagi, karena yang tahun kemarin belum mengakomodasi semua sehingga tahun ini ditambah lagi,” ujarnya.
Desa Kapasan juga memiliki program untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Posyandu.
PMT ini berupa biskuit dan susu yang diberikan kepada 5 pos posyandu setiap bulannya. “Program untuk untuk mendukung penurunna stunting. Tahun 2023 sudah ada dan tetap dilanjutkan di tahun 2024 ini,” ungkapnya.
Gunung Sir Makin Ramai Dikunjungi
Desa Kapasan memiliki wisata religi Gunung Sir yang banyak dikunjungi warga luar daerah.
Wisata religi ini ramai dikunjungi tiap kami malam utamanya saat Jumat legi. Peziarah yang datang banyak dari luar daerah seperti dari Lumajang, Situbondo, Probolinggo, Surabaya bahkan sampai luar pulau.
Gunung Sir hanyalah petilasan. Konon, Gunung Sir pernah disinggahi Patih Gajah Mada.
Setelah era Majapahit dan masuknya Islam, tempat ini menjadi lokasi para pembesar kerajaan bersemedi. Termasuk sejumlah tokoh syiar Islam ke sini.
Para peziarah ini bertujuan untuk melakukan tirakat. Pengunjung yang bertirakat merasa nyaman karena di lokasi memiliki berbagai fasilitas mulai dari pendapa, kamar mandi dan musholla untuk beribadah.
Imbas dari adanya Wisata Religi Gunung Sir ini juga berimbas positif pada perekonomian warga Desa Kapasan. Utamanya saat malam jumat, banyak pedagang dadakan datang. Wargapun juga terimbas dari retribusi parkir.
“Ramainya setiap jumat legi, termasuk rutin ada haul setiap tahunnya dan lebih banyak lagi peziarah yang datang,” ungkap Kepala Desa Kapasan Liyanto. (eka/fun/*)
Pembangunan dan Program Tahun 2023 Desa Kapasan
- Bantuan Langsung Dana Desa
- Pembangunan TPT Dusun Krajan
- Pavingisasi Dusun Gunung Sir
- Sumur Bor 2 titik Dusun Gunung Sir
- Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Posyandu
Pembangunan dan Program Tahun 2024
- Bantuan Langsung Dana Desa
- Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Posyandu
- Pembangunan Sumur Bor 3 titik Dusun Gunung Sir
- TPT Dusun Gunung Sir dan Dusun Krajan