REJOSO, Radar Bromo - Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang.
Hal ini mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.
Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat.
Sehingga, tinggi badan anak, cenderung lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya.
Tidak jarang, masyarakat menganggap kondisi tubuh pendek, merupakan faktor genetika dan tidak ada kaitannya dengan masalah kesehatan.
Sebagai upaya dalam menanggulangi stunting, UOBF Puskesmas Rejoso melaksanakan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE).
Hal ini dilakukan secara intensif, untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat.
Terutama pada remaja dan ibu hamil. Agar tidak melahirakan bayi yang berpotensi stunting melalui kegiatan pelatihan di Posyandu remaja dan kelas ibu hamil.
Perhatian pada kelompok remaja, sangat penting. Agar mereka lebih siap, baik secara fisik maupun mental dalam menghadapi kehamilan.
Begitu juga dengan kegiatan kelas ibu hamil. Melalui kelas ibu hamil, ibu hamil akan paham tentang hal-hal yang harus dilakukan agar ibu dan bayi sehat, manyusun menu seimbang agar dapat mencegah melahirkan bayi stunting.
“Pihak dari lintas sektor sangat berperan aktif untuk mendukung keberhasilan upaya dari UOBF Puskesmas Rejoso. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan Pertamina Gas untuk melaksanakan kelas ibu hamil dan penyuluhan kepada remaja. Kegiatan di-support dengan memberikan PMT untuk ibu hamil dan pemeriksaan pada kelempok remaja”, ungkap dr. Nis Cahyono Plt. Kepala UOBF Puskesmas Rejoso. (one)
Editor : Jawanto Arifin