Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ratusan Buruh Demo PT Nestle di Kejayan Pasuruan, Tuntut 10 Buruh yang Di-PHK Dipekerjakan Lagi

Fuad Alyzen • Rabu, 15 Mei 2024 | 01:53 WIB

 

 

Ratusan buruh saat menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik Nestle di Kejayan, Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
Ratusan buruh saat menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik Nestle di Kejayan, Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

KEJAYAN, Radar Bromo-Ratusan buruh PT Nestle Indonesia Kejayan Factory berunjuk rasa, Senin (13/5) sekitar pukul 08.00. Mereka menuntut agar 10 pekerja yang sudah di PHK perusahaan diperkejakan kembali.

Aksi itu dikomandoi Federasi Serikat Buruh Makan dan Minum (FSBMM) dan Serikat Buruh Nestle Indonesia Kejayan (SBNIK).

Sayangnya, aksi yang diikuti sekitar 250 butuh itu tidak mendapat tanggapan memuaskan. Manajemen PT. Nestle Indonesia tidak menemui buruh yang berunjuk rasa, kemarin di depan pabrik. Karena itu, para buruh pun mengancam akan menggelar aksi lebih besar.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sekitar 250 buruh itu berkumpul sekitar pukul 08.00, di utara pabrik dengan jarak 1 kilometer. Setelah berkumpul, merekaberjalan kaki menuju PT Nestle. Mereka membawa sejumlah poster.

Setelah di lokasi, mereka melakukan orasi yang dilakukan oleh korlap secara bergantian. Aksi tersebut dikawal ketat oleh polisi gabungan dari Polres Pasuruan untuk mengamankan jalannya unjuk rasa tersebut.

Korlap aksi Awang Gita Permana mengatakan, aksi ini merupakan aksi kedua di PT Nestle Kejayan.

Sebelumnya, mereka menuntut 140 pekerja yang di PHK. Kini, mereka menuntut 10 pekerja agar diperkejakan kembali. “Sekarang ini tinggal 10 orang yang ingin tetap bekerja kembali.

Sekretaris FSBNM Pusat Dani Afgani menjelaskan, Nestle Indonesia Pabrik Kejayan merupakan satu dari empat pabrik yang dimiliki dan dioperasikan oleh  PT Nestle Indonesia.

PT Nestle Indonesia sendiri merupakan bagian dari Nestle Global yang berkantor pusat di Vevey Switzerland, perusahaan makanan-minuman no 1 dunia.

Nah, pabrik Kejayan itu mempekerjakan 1.000 lebih pekerja, yang mayoritasnya adalah anggota Serikat Buruh Nestle Indonesia Kejayan (SBNIK). SBNIK berafiliasi ke Federasi Serikat Buruh Makanan dan Minuman (FSBMM).

Akhir Oktober 2023, manajemen Nestle Indonesia mem-PHK 126 anggota SBNIK dengan dalih efisiensi karena menurunnya volume produksi di pabrik Kejayan. Keputusan PHK manajemen itu menyisakan perselisihan PHK antara Serikat dan Manajemen.

Di tengah upaya penyelesaian perselisihan PHK, anggota SBNIK menghadapi ancaman kemungkinan PHK efisiensi tahap selanjutnya. Bahkan, sampai pada ancaman risiko ditutupnya pabrik Kejayan (lay off total), mengingat kosakata penutupan pabrik Kejayan pernah disampaikan oleh manajemen Nestle Indonesia, ditambah lagi dengan isu PHK efisiensi tahap 2 santer sampai ke pihak-pihak diluar pabrik Kejayan.

Apakah PHK di pabrik Kejayan adalah hanya soal penurunan penjualan yang berimbas ke pabrik Kejayan?

Fakta-faktanya disebutkan, pada Januari 2024 atau berselang 2 bulan setelah melakukan PHK ke 140 pekerja permanen di pabrik Kejayan, manajemen memindahkan sebagian produksi pabrik Kejayan (bearbrand, Nescafe siap saji, dan Milo siap saji) ke pabrik Nestle di Batang Jawa Tengah, dengan mempekerjakan 150an pekerja kontrak.

Tingkat upah pekerja di pabrik Batang sangat jauh lebih rendah dibandingkan dengan tingkat upah pekerja di pabrik Kejayan.

Manajemen Nestle mem-PHK 140 pekerja permanen di Kejayan, di sisi lain memasukkan pekerja outsourcing di pabrik Nestle Panjang Lampung. (zen/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#demo buruh #pasuruan #phk #buruh #nestle #kejayan