Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Banjir Rob dan Gelombang Laut Tinggi di Pasuruan Diprediksi Terjadi sampai 12 Mei, Masyarakat Diimbau Waspada

Fuad Alyzen • Sabtu, 11 Mei 2024 | 15:10 WIB
PALING PARAH: Banjir rob di Jalan MT Haryono, Kelurahan Mandaran, Panggungrejo, Kota Pasuruan, terjadi paling parah.
PALING PARAH: Banjir rob di Jalan MT Haryono, Kelurahan Mandaran, Panggungrejo, Kota Pasuruan, terjadi paling parah.

PANGGUNGREJO, Radar Bromo - Banjir rutin akibat air laut pasang atau banjir rob, juga terjadi di Pasuruan. Baik di kota, maupun kabupaten.

Berdasarkan prediksi BMKG Pasuruan, banjir rob akan terjadi sampai 12 Mei 2024.

Di Kota Pasuruan, banjir rob terjadi sekitar pukul 11.00. Air laut yang sedang pasang, naik ke Jalan MT Haryono, Kelurahan Mandaran, Panggungrejo. Juga di wilayah pesisir Kelurahan Ngemplakrejo.

Sedangkan di Kabupaten Pasuruan, banjir rob juga terjadi di Dusun Kebonsawah dan Kisik, Desa Kalirejo, Kraton. Juga di Pesisir Pasir Panjang, Desa Wates dan Semedusari, Kecamatan Lekok.

Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota AKP Erni Sugihastuti mengatakan, ketinggian air antara 10–15 sentimeter. Luasnya pun beragam, antara 70–100 meter. Namun, yang terparah di Jalan MT Haryono.

Erni menjelaskan, banjir rob merupakan bencana rutin tahunan. Terjadi saat fase bulan baru yang memengaruhi kondisi pasang surut pada bulan Mei.

“Hal itu berpotensi terjadi pasang maksimum dan surut minimun. Dengan ketinggian pasang 120 sampai 140 sentimeter dari ketinggian rata-rata permukaan air laut. Jika naik ke daratan, banjir rob menyebabkan genangan di permukiman,” katanya.

Belakangan, menurutnya, gelombang laut juga meninggi akibat cuaca buruk. Sehingga, memengaruhi aktivitas nelayan. “Kami juga stand by membatasi nelayan untuk melaut,” lanjutnya.

Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi membenarkan terjadi banjir rob di Kraton.

Bencana ini menurutnya terjadi rutin tiap tahun. Karena itu, hal ini menjadi perhatiannya dengan melakukan antisipasi untuk mengatasinya.

Di antaranya, dalam jangka panjang akan dilakukan penanaman pohon mangrove untuk mencegah air pasang naik ke daratan.

Penanaman mangrove bahkan sudah dilakukan di Kraton dan Rejoso bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup.

Jangka pendeknya, masyarakat diimbau waspada dan tidak panik. Jika genangan air meninggi, pihaknya akan turun menyediakan sarana prasarana.

“Untuk nelayan, harus menyediakan perahu karet waktu melaut dengan kondisi gelombang tinggi. Karena dikhawatirkan perahu rusak dihantam ombak,” tuturnya.

Koordinator Observasi dan Informasi BMKG Pasuruan Suwarto menambahkan, saat ini gelombang laut sedang tinggi. Bahkan, bisa menimbulkan hujan sedang sampai intensitas tinggi.

Karenanya, pihaknya selalu rutin menginformasikan kondisi cuaca berdasarkan deteksi BMKG.

“Meski musim sudah beralih kemarau, kondisi di perairan masih perlu diwaspadai,” tuturnya. (zen/hn)

Editor : Achmad Syaifudin
#Polairud Polres Pasuruan Kota #banjir rob #air laut pasang #bpbd kota pasuruan