REJOSO, Radar Bromo-Kecelakaan maut di JPL 146, Dusun Panjen, Desa Patuguran, Kecamatan Rejoso, mendapat perhatian dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan.
Sebab, di lokasi sudah ada palang pintu. Persisnya di JPL 146. Namun, hingga kini belum difungsikan.
Palang pintu itu belum difungsikan karena belum ada petugasnya. Dengan adanya kecelakaan ini, Dishub berjanji akan mempercepat untuk memfungsikan palang pintu di JPL 146.
Rencananya, Dishub akan lebih dulu merekrut petugas untuk lima JPL.
Antara lain satu di Kecamatan Rembang, satu di Kecamatan Kraton, dan 3 lainnya di Kecamatan Rejoso.
Termasuk di JPL 146. Setelah petugasnya siap, baru palang pintu itu akan difungsikan.
Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspati mengatakan, untuk memfungsikan palang pintu tersebut butuh waktu.
Sebab, pihaknya harus koordinasi lebih dulu dengan Satlantas Polres Pasuruan, Satlantas Polres Pasuruan Kota, Daop 9 Jember, kecamatan dan desa setempat.
“Selain itu, kami harus merekrut 20 penjaga lebih dulu. Mereka akan direkrut pihak ketiga. Dan bulan Mei ini diusahakan sudah siap,” ujarnya.
Eka mengaku sebelumnya sudah rapat dengan pihak jajaran samping. Sampai rekrutmen selesai, pihaknya masih mengandalkan sukarelawan untuk berjaga di jalur perlintasan KA.
“Kami usahakan secepatnya. Bulan ini sudah selesai rekrutmen dan segera memfungsikan lima palang pintu itu,” janjinya.
Tidak hanya memfungsikan lima palang pintu di lima JPL. Tahun 2024, Dishub akan membangun 18 palang pintu lain.
Kebanyakan lokasinya di Bangil. Sebab, di Bangil memang masih banyak lintasan kereta sebidang tanpa palang pintu.
“Tahun ini 18 palang pintu itu ditarget selesai, ada penjaganya juga. Seperti lima JPL sekarang ini. Tapi masih proses,” ujarnya.
Sistemnya sama, masing-masing pos JPL akan ada empat penjaga. Empat penjaga itu bekerja secara bergantian. Satu orang berjaga 8 jam selama 24 jam.
Diketahui, kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu, Selasa (7/5) di Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Sebuah mobil Kijang LGX N 1475 WU tertabrak KA Pandalungan. Empat korban pun meninggal dunia.
Keempat korban semuanya perempuan dan merupakan majelis Ponpes Sidogiri Pasuruan. Mereka yaitu Nyai Hj. Munjiah Nur Hasan binti KH Nur Hasan bin Nawawie, 62 dan Ning Maslachah binti Tohir, 62, dari Sidogiri, Kecamatan Kraton.
Lalu Ning Aidah binti Mahfud, 60, dari Gayam, Kecamatan Gondangwetan. Dan Ning Alwiyah binti Ali, 60, dari Kepuh, Kecamatan Kejayan.
Selain mereka, tiga korban luka ringan. Antara lain, sopir M. Rofiqo Abdila, 18, warga Turen, Kab Malang; Ahmad Abdullah, 19, warga Desa Legowok, Pohjentrek. Dan Maslikha, 50, warga Desa Pondok Jeruk, Kencong, Kabupaten Jember.
Kecelakaan itu terjadi di JPL 146 KM 70+8/9, Dusun Panjen, Desa Patuguran. Sekitar pukul 08.38, mobil rombongan tertemper KA Pandalungan yang sedang melintas dari barat ke timur. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi