WINONGAN, Radar Bromo - Layanan jemput bola, gencar dilakukan UOBF Puskesmas Winongan. Hal ini untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular.
Sasarannya, kalangan usia produktif, program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Perkantoran serta Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular (P2PTM). Kegiatan tersebut, dilakukan sejak awal 2024.
Pelaksanaannya setiap akhir bulan secara bergilir. Para guru di seluruh sekolah di wilayah Kecamatan Winongan dicek kesehatan.
Menariknya, layanan tersebut tanpa dipungut biaya. Hal ini, yang membuat kegiatan tersebut, disambut baik oleh pihak sekolah.
Kegiatan jemput bola ini berupa pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, Indeks Massa Tubuh (IMT), tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Tujuan jangka panjang dari kegiatan ini, salah satunya adalah agar para guru selaku tenaga pendidik dapat mengajar dan melayani murid dengan kondisi bugar dan prima.
Hal ini sekaligus sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular yang saat ini banyak di derita oleh usia produktif.
Salah satu rumus untuk mencegah penyakit tidak menular adalah CERDIK yaitu cek kesehatan rutin, enyahkan rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.
Cek kesehatan secara rutin dapat dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan minimal satu tahun sekali di Posbindu/ Posyandu, atau di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas yang dijamin oleh Pemerintah.
Bagi yang memiliki riwayat penyakit pada keluarga, bisa melakukan cek kesehatan lebih rutin.
Deteksi dini atau cek kesehatan rutin adalah pilihan terbaik sebelum sakit sehingga pencegahan dan intervensi pengobatan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum komplikasi berlanjut.
Enyahkan asap rokok dapat dilakukan dengan tidak merokok atau menghindari asap rokok.
Meskipun tidak merokok, namun apabila kita sering terpapar asap rokok maka dapat berisiko terkena penyakit paru.
Rajin aktivitas fisik dengan membiasakan diri bergerak aktif agar kalori yang masuk ke dalam tubuh kita tidak menumpuk menjadi lemak yang menyebabkan obesitas.
Aktifitas fisik dapat dilakukan minimal 30 menit sehari dengan melakukan kegiatan sehari- hari seperti menyapu, mengepel, jalan- jalan pagi atau lebih baik lagi dengan olahraga yang terukur secara rutin sesuai umur.
Diet dengan gizi seimbang, konsumsi beraneka ragam jenis makanan, perbanyak makan buah dan sayur, menghindari konsumsi jajanan tidak sehat yang minim nutrisi misal terlalu banyak karbohidrat, pemanis, pengawet, perasa buatan, terlalu banyak minyak.
Konsumsi buah dan sayur tidak harus yang mahal kita dapat manfaatkan produk lokal yang ada di sekitar.
Istirahat yang cukup 7-9 jam sehari akan membantu memperbaiki metabolisme tubuh, sehingga ketika bangun badan menjadi lebih segar.
Cara terakhir yang tidak kalah penting adalah kelola stres.
Kelola stres penting agar selalu sehat baik fisik dan mental sesuai definisi sehat berdasarkan undang-undang yaitu kesehatan adalah keadaan sehat seseorang, baik secara fisik, jiwa, maupun sosial dan bukan sekadar terbebas dari penyakit untuk memungkinkannya hidup produktif.
Stres yang berkepanjangan tidak hanya mengganggu kejiwaan, tapi juga berdampak pada kesehatan fisik secara menyeluruh misalnya insomnia, sakit kepala, gangguan kepribadian, gangguan kecemasan, depresi, hipertensi, gangguan irama jantung, sakit perut, sembelit, diare, tukak lambung.
“Kegiatan jemput bola ini diharapkan para guru yang terdeteksi dengan penyakit tidak menular, maupun yang memiliki IMT yang berlebih, bahkan obesitas bisa segera berobat dan berkonsultasi ke UOBF Puskesmas Winongan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tenaga kesehatan kami” tutur dr. Taliffia Setya Haryantiwi, Kepala UOBF Puskesmas Winongan. (one)
Editor : Jawanto Arifin