Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kenakan Seragam Batik PGRI Milik Korban, Maling di Nguling Gondol Motor Vario dan Uang  

Fuad Alyzen • Senin, 22 April 2024 | 02:10 WIB

 

KENAKAN BAJU KORBAN: Pelaku yang mengenakan seragam batik PGRI saat beraksi di rumah Henydhar. (Istimewa)
KENAKAN BAJU KORBAN: Pelaku yang mengenakan seragam batik PGRI saat beraksi di rumah Henydhar. (Istimewa)

NGULING, Radar Bromo-Aksi maling di Pasuruan cukup nyeleneh. Ada yang memakai sarung hingga pakaian nyetil. Di Nguling, bahkan ada maling yang menyatroni rumah warga dengan mengenakan seragam batik Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang ternyata milik korban.

Aksi itu terjadi di rumah keluarga Henydhar, 25, warga RT 1/RW 14, Dusun Gunungan, Desa/Kecamatan Nguling.

Maling berseragam PGRI itu berhasil menyikat motor dan uang sebanyak Rp 6 juta.

Aksi maling tersebut sebenarnya sudah cukup lama yakni Senin (8/4).

Pelaku masuk rumah setelah penghuninya tertidur usai sahur. Nah, pelaku mengenakan baju PGRI milik korban.

Bermula pukul 03.00, pelaku masuk ke pekarangan rumah. Pelaku lalu menutup CCTV dengan karung beras.

Kemudian pelaku membongkar teralis jendela rumah.

Setengah jam kemudian, penghuni rumah atau sekeluarga sedang sahur.

“Posisi adik saya tidur di depan televisi dan orang tua saya tidur di kamar,” kata anak korban, Henydhar.

Pelaku lalu masuk ke dalam rumah kembali sekitar pukul 04.17.

Pelaku lantas mengenakan pakaian PGRI, yang tak lain seragam ayahnya yang sudah disetrika.

Pelaku mengambil sejumlah uang di dompet yang terletak di atas meja ruang tamu.

Pelaku juga sempat minum air mineral di dalam rumah. Bekas gelas tersebut diletakan di meja belakang.

Setelah meminumnya, pelaku menyelinap menuju tempat kunci. Pukul 04.18, pelaku membuka kunci garasi dan gerbang.

Di sanalah pelaku membawa keluar sepeda motor Scoopy, namun tidak bisa dinyalakan.

Pelaku lalu masuk lagi ke garasi dan mengambil motor Vario nopol N 2326 VAG.

Henydhar menyebut, keluarganya baru menyadari usai ibunya bangun dari tidurnya sekitar pukul 05.00.

“Kami langsung cek CCTV dan mengetahui ada pelaku yang masuk dalam rumah,” ujarnya.

Keesokan harinya, Selasa (9/4), korban ke Mapolsek Nguling melaporkan kejadian tersebut.

Setelah dihitung kerugian yang dialami korban Rp 30 juta.

Kanitreskrim Polsek Nguling Bripka Diyan Candra Purnama mengatakan, untuk kasus ini masih dalam penyelidikan.

Identitas pelaku yang terekam CCTV masih belum teridetifikasi. “Masih penyelidikan sampai sekarang,” ujarnya. (zen/fun)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#batik #pasuruan #pencuri #maling #scoopy #nguling #uang #pgri