BANGIL, Radar Bromo - Jalan raya masih menjadi perenggut nyawa bagi penggunanya.
Terbukti, dengan rentetan kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa, selama momen arus mudik dan balik tahun ini.
Meski begitu, tingkat kuantitas serta fatalitas insiden yang terjadi, jauh lebih menurun jika dibandingkan momen mudik dan arus balik tahun sebelumnya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan IPTU Achmad Kunaefi mengatakan, jumlah kasus kecelakaan yang terjadi sepanjang Operasi Ketupat 2024, mengalami penurunan.
Tak hanya dari sisi kuantitas. Tapi juga fatalitas. Sepanjang Operasi Ketupat 2024 yang dilangsungkan 4-16 April 2024, tercatat ada 20 kejadian kecelakaan di jalan raya.
Jumlah itu, menurun dibandingkan periode sebelumnya, yang mencapai 39 kejadian.
Turunnya jumlah insiden yang terjadi, berpengaruh terhadap korban kecelakaan.
Sepanjang Operasi Ketupat 2023 lalu, insiden kecelakaan yang terjadi, memicu 3 orang meninggal dunia serta 69 orang luka berat.
Sementara tahun ini, jumlah korban meninggal, satu orang dan luka-luka, 40 orang.
“Jumlah kecelakaan di wilayah hukum Polres Pasuruan yang terjadi selama arus mudik dan balik lebaran tahun ini, mengalami penurunan dibandingkan momen serupa di tahun 2023. Hal ini, rupanya berdampak terhadap penurunan korban imbas insiden kecelakaan yang terjadi,” ungkapnya.
Kunaefi menambahkan, insiden kecelakaan banyak terjadi di Kecamatan Wonorejo, Purwosari, Purwodadi, Bangil, Beji, Gempol, Pandaan dan Prigen.
Tak hanya ruas jalan nasional, tetapi juga provinsi serta kabupaten.
“Kecelakaan yang terjadi, banyak melibatkan kendaraan roda dua. Ada pula mobil penumpang hingga bus,” sambung dia.
Beragam faktor menjadi pemicu kecelakaan yang terjadi. Mulai dari gagal menjaga jarak aman, ceroboh saat menyalip, ceroboh saat berbelok dan ceroboh saat berpindah jalur.
Pihaknya menegaskan, upaya untuk mencegah laka dan menurunkan fatalitas korban, telah ditempuh sebelum operasi ketupat berlangsung.
Mulai dengan diadakannya rapat koordinasi lintas sektoral melalui forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) secara berkala.
Serta, rapat koordinasi bersama stakeholder terkait serta beragam hal lainnya.
“Keselamatan dan ketertiban berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Makanya, kami libatkan pihak-pihak terkait, untuk berupaya dalam mencegah kecelakaan yang terjadi di jalan,” jelasnya. (zal/one)
Angka Kecelakaan Lalu Lintas Selama Arus Mudik dan Balik (Operasi Ketupat)
2023: Jumlah Kejadian 39; Meninggal Dunia 3; Luka Berat 0; Luka Ringan 69
2024: Jumlah Kejadian 20; Meninggal Dunia 1; Luka Berat 0; Luka Ringan 40
Sumber: Unit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan
Editor : Abdul Wahid