PASURUAN, Radar Bromo - Menjelang Lebaran 1444 Hijriah, pengunjung Alun-alun Kota Pasuruan, semakin membludak. Lalu lintas semakin padat.
Begitu juga dengan taman di alun-alun. Keramaiannya ini membuat banyak anak-anak hilang atau terpisah dengan orang tuanya.
Kepala Bidang Linmas Satpol PP Kota Pasuruan Iman Hidayat mengatakan, belakangan ini banyak anak yang tersesat di alun-alun. Artinya, terpisah dari orang tuanya.
Penyebabnya karena ramainya pengunjung. “Sering saya menemukan kasus ini. Langganan setiap malam,” ujarnya.
Kejadian ini sudah sering terjadi sejak sebelum Ramadan. Memasuki Ramadan, semakin sering terjadi.
Sabtu (6/4) malam, tercatat lebih dari 10 kasus. Di antaranya, ada yang berasal dari Sidoarjo, Ngopak, Lekok, Kejayan, dan daerah lain. Mereka semua berkunjung ke alun-alun lalu lepas dari pantauan orang tuanya.
Imam mengatakan, sejumlah anak ditemukan petugas ketika mengelilingi alun-alun sebagai keamanan dan tiba-tiba menemukan balita yang menangis. Kadang ada yang menyerahkan ke petugas di pos alun-alun.
“Setelah itu kami siarkan melalui mikrofon,” ujarnya.
Iman mengaku sampai hafal hari-hari di mana ada anak hilang. Paling sering terjadi pada malam Minggu dan Minggu malam, Kamis malam Jumat. “Mesti dihari ini banyak anak yang hilang. Layaknya tradisi,” katanya. (zen/rud)
Editor : Jawanto Arifin