REJOSO, Radar Bromo - Perjalanan pulang Muhammad Soleh, 37, menjemput anaknya SU, 11, berujung maut.
Warga Dusun Krawan, Desa Kedawungwetan, Grati tersebut tewas usai disasak pikap di Jalan Kemantren, Kecamatan Rejoso. Sementara anaknya mengalami kritis.
Kecelakaan yang terjadi Sabtu (16/3) petang tersebut tidak hanya menyebabkan satu korban tewas.
Selain Soleh, pikap juga menyasak sebuah motor Honda Beat yang dikendarai AS, 32, warga Kecamatan Tongas. AS juga tak selamat dan meninggal di lokasi kejadian.
Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, kejadian tersebut menimpa korban sekitar pukul 17.30.
Saat itu Soleh menjemput anaknya dari Desa Sambirejo, Rejoso. Pria yang dikenal sebagai uztaz dan angota Ansor itu hendak pulang ke rumahnya Dusun Krawan, Desa Kedawungwetan. Soleh dan SU mengendarai motor Honda Vario.
Belum sampai ke rumahnya, petaka menimpanya. Saat motor mereka melaju dari arah barat ke timur, di jalan Pantura tepatnya di Kemantren, Kecamatan Rejoso, ada sebuah pikap dari arah timur ke barat.
Pikap ini hendak mencoba mendahului kendaraan di depannya dari arah kanan.
Namun arah pikap terlalu ke kanan. Sehingga menyasak dua kendaraan Vario merah yang dikendarai Soleh bersama anaknya.
Pikap juga menabrak Beat yang dikendarai AS warga Kecamatan Tongas.
“Meninggal di lokasi kejadian. Soleh dan pengendara lainnya,” ujar Kepala Desa Kedawungwetan Slamet.
Ketiga korban pun langsung dievakuasi ke RSUD Grati. Dua orang yang meninggal dibawa ke kamar mayat. Sementara SU, di rawat UGD.
SU bernasib malang. Kabarnya, anak Soleh tersebut kondisinya piatu. Ditinggal ibunya beberapa tahun yang lalu. Kini ia juga ditinggal ayahnya. Praktis dia kini yatim piatu.
Humas RSUD Grati Ikka Deby Khardian membenarkan korban laka tersebut. Pihaknya menerima 3 korban 2 orang dewasa meninggal dunia.
Satu korban masih anak kecil berusia 11 tahun dirawat di UGD RSUD Grati. SU mengalami patah kaki. “Saat ini masih perawatan,” ujarnya. (zen/fun)
Editor : Jawanto Arifin