Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sedang Bertapa di Pertapaan Indrokilo, Warga Surabaya Ini Malah Meninggal, Petugas Pastikan Dugaan Penyebabnya

Rizal Syatori • Selasa, 12 Maret 2024 | 15:00 WIB

 

MENINGGAL: Budiyanto, 40, warga Kelurahan Dukuh Setro, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya ditemukan meninggal di pondokan, MInggu (10/3).
MENINGGAL: Budiyanto, 40, warga Kelurahan Dukuh Setro, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya ditemukan meninggal di pondokan, MInggu (10/3).

PRIGEN, Radar Bromo – Budiyanto, 40, harusnya bertapa dengan tenang di pertapaan Indrokilo di Dusun Talunongko, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Namun, ternyata aktivitasnya itu menjadi yang terakhir. 

Warga Kelurahan Dukuh Setro, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, ini datang ke Pertapaan Indrokilo bersama 10 rekannya. 

Mereka semua berjalan kaki dari Dusun Gutean di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen.

“Satu rombongan bawa mobil. Mobilnya lantas dititipkan ke warga yang berada di Dusun Gutean di Desa Dayurejo,” terang Rasid, warga Dusun Talunongko yang juga ketua Pokdarwis Panji Laras Desa Dayurejo.

Budiyanto dan rekan-rekannya berangkat ke Indrokilo, Jumat (8/3) pukul 12.00 dan sampai di lokasi pukul 18.00. 

Sabtu (9/3) pagi, bersama rekan-rekannya dia bersemedi di Setinggil atau tempat punden. 

Baca Juga: Mau Ritual di Pertapaan Indrokilo Prigen, Warga Malang Meninggal

Saat itu, kondisi korban masih sehat. Baru sore harinya, korban bercerita pada rekannya bahwa dia mendapat telepon dari keluarganya yang mengabarkan istrinya sakit.

Setelah mendapat kabar istrinya sakit, korban terus gelisah. Dia pun tidak lagi ikut bersemedi atau bertapa. Hingga akhirnya ditemukan meninggal.

Dia ditemukan meninggal Minggu (10/3) pukul 21.40 , di tempat peristirahatan yang ada di lokasi pertapaan. 

Diduga, sakit asma atau jantung yang dideritanya kambuh. Sebab, korban memang punya riwayat sakit itu.

Informasi jawapos.radarbromo.com dari berbagai sumber menyebutkan, korban ditemukan meninggal di ruangan tengah pondokan. 

Tempat itu merupakan tempat untuk istirahat berupa bangunan semipermanen di Indrokilo. 

“Keterangan dari rekannya, korban sempat mengeluh sakit di dadanya,” terang Rasid.

Begitu mengetahui korban meninggal, rekan korban lantas menghubungi salah satu warga Dusun Talunongko via telepon. 

Baca Juga: Cerita Pertapaan Indrokilo, Peninggalan Majapahit di Lereng Ringgit

Malam itu juga, beberapa warga Talunongko naik ke lokasi untuk mengevakuasi korban.

Senin (11/3) pukul 01.00, jasad korban lantas dibawa dengan tandu ke Dusun Talunongko dengan berjalan kaki. 

Empat jam kemudian atau pukul 05.00, baru jenazah tiba di perkampungan warga di Dusun Talunongko.

 “Setibanya di kampung, jasad korban diletakkan di poskamling. Kemudian diperiksa oleh Tim Inafis Polres Pasuruan didamping anggota Polsek Prigen. Juga ada Babinsa Dayurejo,” tutur Rasid.

Usai diperiksa, jasad korban kemudian dievakuasi ke kamar mayat RS Bhayangkara, Watukosek, Gempol, di hari yang sama. 

Dari Dusun Talunongko, jenazah korban dibawa dengan ambulans ke RS Bhayangkara.

Sementara itu, Kapolsek Prigen AKP Sugiyanto mengatakan, meninggalnya korban diduga karena sakit. 

“Korban punya riwayat penyakit asma dan jantung. Keterangan dari istrinya begitu,” katanya singkat.

Hasil olah TKP, di tempat meninggalnya korban ditemukan berbagai jenis obat-obatan milik korban. Kemudian barang-barang milik korban juga tidak ada yang hilang.

Pihak keluarga menerima kematian korban, sekaligus tidak menghendaki dilakukan otopsi terhadap jasad korban. 

“Keluarga menganggap meninggalnya korban sebagai musibah dan dituangkan dalam surat pernyataan,” beber mantan Kanitreskrim Polsek Sukorejo tersebut. (zal/hn)

Editor : Achmad Syaifudin
#pertapaan #Petapa Meninggal #pertapaan indrokilo