Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Penderita Diabetes Wajib Tahu, Ini Yang Harus Dilakukan saat Berpuasa

Muhamad Busthomi • Rabu, 6 Maret 2024 | 16:30 WIB

 

 

Ilustrasi diabetes
Ilustrasi diabetes
  

BEJI, Radar Bromo - Diabetes melitus (DM) atau sering kita sebut dengan penyakit kencing manis, adalah kondisi di mana gula darah pada tubuh cenderung tinggi akibat dari menurunnya produksi dan efektivitas insulin dalam tubuh.

Penyakit ini memaksa penderitanya, untuk membatasi dan mengontrol makanan yang dikonsumsi, meningkatkan rutinitas berolahraga, dan mengonsumsi obat pengontrol gula darah.

Selama Ramadan, akan terjadi perubahan jadwal dan pola makan serta aktivitas jasmani. Sehingga, berpotensi tidak terkendalinya glukosa darah pada penyandang diabetes.

Tidak terkendalinya glukosa darah, akan menimbulkan berbagai risiko.

Antara lain hipoglikemia (gula darah terlalu rendah), hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi), dan dehidrasi atau kurangnya cairan pada tubuh.

Sebagai pusat layanan kesehatan di wilayah Kecamatan Beji, Puskesmas Beji memiliki beberapa tips yang bisa diterapkan, oleh penderita diabetes melitus, agar tetap sehat saat berpuasa

Pertama, memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan tubuh dalam keadaan sehat dan tidak mengalami komplikasi.

Ke-dua, tidak melewatkan makan sahur, agar kebutuhan energi tubuh penderita bisa tercukupi dengan baik.

Ke-tiga, menjaga pola makan 3 kali sehari. Yaitu saat sahur, buka puasa dan sekitar jam 20.00, guna menjaga kadar gula darah agar tetap stabil.

Serta, memperhatikan porsi makanan saat sahur dan berbuka agar tidak berlebihan.

Ke-empat, konsumsilah makanan tinggi serat saat sahur dan berbuka

Ke-lima, dianjurkan untuk berolahraga secara rutin guna menjaga kebugaran tubuh.

Pilihlah jenis olahraga yang ringan seperti jalan kaki, yoga atau bersepeda.

KONTROL: Layanan kesehatan yang diberikan Puskesmas Beji kepada masyarakat. 
KONTROL: Layanan kesehatan yang diberikan Puskesmas Beji kepada masyarakat. 

Hal ke-enam, cukupilah asupan cairan tubuh, dengan minum air putih kurang lebih dua liter sehari atau setara dengan 8 gelas.

Hal ini, bisa menggunakan pola minum air putih 2-4-2 selama berpuasa.

Yakni 2 gelas saat berbuka puasa, 4 gelas di malam hari setelah berbuka hingga menjelang sahur dan 2 gelas saat sahur.

Serta membatasi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh, agar terhindar dari dehidrasi saat menjalani puasa.

Ke-tujuh, memeriksa kadar gula darah secara berkala selama berpuasa.

Kurang lebih 2 hingga 4 kali sehari yaitu setelah sahur, siang hari, dan setelah berbuka puasa.

Bila kadar gula darah kurang dari 70 mg/dL atau melebihi 300 mg/dL, ada baiknya untuk segera membatalkan puasa, guna mencegah risiko komplikasi hipoglikemia atau hiperglikemia

Dan hal ke-8, menghindari makanan tinggi gula.

Oleh karenanya, World Health Organization (WHO) merekomendasikan pola makan sehat saat berpuasa.

Yakni dengan mengonsumsi lebih banyak buah, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Selain itu, penderita juga harus mengurangi gula, garam dan lemak.

“Penderita diabetes melitus dianjurkan untuk tetap menjaga pola makan dan asupan nutrisinya. Hal ini agar kadar gula darahnya tetap terkontrol” ungkap drg. Achmad Afifudin, Kepala UOBF Puskesmas Beji.

Kadar gula darah penderita yang belum terkontrol atau sering naik turun, disarankan untuk mengecek kadar gula menggunakan alat pengecek kadar gula darah yang bisa dilakukan di rumah atau melakukan medical check-up ke laboraturium.

“Masyarakat yang menderita diabetes melitus kini juga bisa memeriksakan dirinya ke Posyandu terdekat, karena saat ini Posyandu sudah melayani semua usia” lanjutnya. (tom/one)

Editor : Abdul Wahid
#tips berpuasa #kesehatan #puskesmas beji