NGULING, Radar Bromo- Pawai wisuda santri Madrasah Miftahul Ulum Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, sedikit terganggu. Ketika arak-arakan santri di jalan desa, sejumlah warga terlibat cekcok sampai baku hantam Sabtu (2/3).
Informasinya, siang itu santri diarak menggunakan hiasan layaknya kuade. Mereka diarak keliling desa. Puluhan santri berbaris rapi melintas di jalan desa. Mereka berkeliling desa.
Selain para santri, kegiatan ini juga diikuti para orang tua santri. Mereka mengikutinya dari belakang dan melihat anaknya diarak. Kondisi ini membuat jalanan macet.
Tak lama kemudian, dari arah berlawanan muncul seorang pemuda mabuk memaksa melintas di keramaian. Berusaha menerobos macetnya jalan. Warga berusaha menghalanginya. Namun, ternyata terjadi salah paham dan terjadi saling pukul.
“Yang ribut warga saya. Tidak ada yang dari luar desa. Langsung diselesaikan,” ujar Kepala Desa Kedawang Harto.
Menurutnya, kejadian itu bukan tawuran. Keributan terjadi karena spontanitas. Awalnya ada yang mencegah agar laju motor pemuda tidak mengenai santri. Namun, malah sama-sama tidak terima.
Camat Nguling Mulyohadi membenarkan kejadian ini. Namun, dipastikan kini sudah aman. Keributan disebabkan adanya pemuda mabuk yang memaksa melintas dan mengenai kuade.
“Warga Kedawung semua. Saat ini sudah aman,” ujarnya.
Mulyohadi memastikan tidak ada korban yang sampai mengalami luka fatal. Saat kejadian oleh warga lainnya langsung dilerai, sehingga kedua belah pihak langsung bubar. (zen/rud)
Editor : Ronald Fernando