Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sejumlah Kios Mangkrak di Pasar Poncol Kota Pasuruan, Ini Penjelasannya

Abdul Wahid • Minggu, 3 Maret 2024 | 17:00 WIB

 

 

 SEPI: Kondisi kios-kios di Pasar Poncol Kota Pasuruan yang banyak tutup. 
 SEPI: Kondisi kios-kios di Pasar Poncol Kota Pasuruan yang banyak tutup. 

PANGGUNGREJO, Radar Bromo- Kios di pasar Kota Pasuruan kian banyak yang mangkrak. Terutama di Pasar Poncol Jalan KH Wahid Hasyim, Panggungrejo. Belasan kios banyak yang tidak digunakan.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, beberapa kios di sisi barat pasar Poncol lama tutup. Penghuninya entah ke mana.

Sudah tiga kali dalam sepekan terakhir, Jawa Pos Rada Bromo datang ke sana. Namun, kios-kios itu tertutup.

Koordinator Pasar Poncol Rony Cahyono mengatakan, memang sudah lama sejumlah kios tutup di pasar Poncol.

Namun, setiap kios ada pemiliknya. Mereka buka hanya di waktu-waktu tertentu. Seperti di bulan Ramadhan.

“Ada penghuninya kok. Di antaranya kios konveksi dan sejumlah kios lain,” ujarnya.

Menurutnya, kios yang tutup kebanyakan kios baju atau konveksi. Sedangkan kios penjahit dan kios lain tetap buka.

Apa yang menyebabkan kios-kios itu tutup, Rony mengaku belum mengetahuinya. Dia menduga, pedagang konveksi lebih memilih berjualan online.

Sebab, kemajuan teknologi saat ini mengalahkan perdagangan di pasar tradisional. Terutama pedagang konveksi.

Menyikapi kondisi itu, Ketua Himpunan Pecinta dan Pemerhati Lingkungan dan Wisata Ihsan Khoiri mengatakan, rencana Pemkot Pasuruan membangun pasar di daerah timur kota perlu dikaji ulang. Karena faktanya, banyak kios yang mangkrak di pasar Poncol, pasar Besar, dan Pasar Kebonagung.

Menurutnya, daripada menambah dan  membangun pasar baru, lebih baik merawat, memperbaiki dan memanfaatkan kios yang mangkrak di beberapa pasar.

Belum lagi, pedagang pasar harus bersaing dengan perdagangan online yang saat ini sangat diminati.

“Membangun pasar baru tidak efektif dan cenderung menghamburkan uang APBD. Apalagi, kini zaman perdagangan online yang dapat mematikan pasar tradisional,” tuturnya.

Kepala UPT Pasar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan Luthfan Asysyams mengatakan, sebenarnya kios-kios di Pasar Poncol bukan mangkrak.

Bamun, lebih tepatnya bedak dengan kios lama tidak ditempati oleh pedagang. Mereka buka di waktu tertentu.

"Biasanya bukanya kios itu saat bulan Ramadhan saja," ujarnya.

Di Pasar Poncol sendiri menurutnya, jumlah kios ada sekitar 100 lebih. Begitu juga dengan bedak, jumlah sekitar 100 an lebih.

Dan mereka masih bayar restribusi pasar. Urusan dipakai tidaknya itu terserah pedagang sebenarnya. (zen/hn)

Editor : Abdul Wahid
#kota pasuruan #pasar poncol #kios mangkrak