Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pulang Tanggapan, Truk Rombongan Bantengan Nyemplung Jurang di Tlogosari Tutur, 2 Tewas

Rizal Syatori • Selasa, 27 Februari 2024 | 02:07 WIB
NAHAS: Kondisi truk yang ditumpangi rombongan Bantengan usai terguling di Tutur. (Istimewa)
NAHAS: Kondisi truk yang ditumpangi rombongan Bantengan usai terguling di Tutur. (Istimewa)

TUTUR, Radar BromoPetaka menimpa rombongan Bantengan asal Dusun Mindi, Desa/ Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Sepulang acara tanggapan, truk engkel yang mereka naiki masuk ke jurang.

Akibatnya, dua orang meninggal imbas kecelakaan maut itu. Salah satunya bahkan masih berusia 6 tahun.

Truk nyemplung ke jurang saat melintas di jalan jurusan Tutur–Jabung di Bukit Tunggangan, Minggu (25/2) pukul 02.15.

Tepatnya di Dusun Tlogosari Krajan, Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Jalan yang menanjak di lokasi itu, diduga menjadi penyebab truk masuk ke jurang.

Sebelum kecelakaan, rombongan bantengan itu memang ada tanggapan di Desa Sumberpitu, Kecamatan Tutur.

Kades Sumberpitu Mihan mengatakan, kelompok bantengan itu diundangan untuk melakukan pertunjungan bantengan di sebuah acara khitanan di Toyowono.

Sebanyak 20 orang pun berangkat dari Malang dengan menaiki sebuah truk engkel N 9418 UE. Selesai tanggapan Minggu (25/2) dini hari, mereka langsung pulang.

Semula perjalanan pulang itu berlangsung aman. Namun, sampai di lokasi kejadian, truk harus melewati jalanan menanjak yang cukup ekstrem.

Di sisi lain, truk mengangkut 20 orang. Saat menanjak itulah, diduga truk tidak kuat. Truk lantas terhenti di tengah jalan. Sopir truk, Siswanto, 34, asal Desa/Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, pun tak bisa mengendalikan laju truk.

Setelah berhenti di tengah tanjakan, truk berjalan mundur tanpa terkendali. Lantas masuk jurang tanpa bisa direm.

“Truknya berjalan dari timur ke barat. Sesampainya di TKP saat melintas jalan menanjak, ternyata truk tidak kuat. Kemudian truk berhenti. Lalu, berjalan mundur dan masuk ke jurang,” jelas Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Iptu Achmad Kunaefi.

Saat itu juga, personel Polsek Nongkojajar langsung datang ke lokasi kejadian. Lalu dibantu warga sekitar, semua korban dievakuasi ke puskesmas. Ada yang dievakuasi ke Puskesmas Nongkojajar dan Puskesmas Jabung.

Dari semua rombongan yang ada, lima orang luka-luka. Dari lima orang itu, tiga di antaranya masih remaja dan anak-anak. Dua luka berat dan tiga luka ringan. Dua korban luka berat ini akhirnya meninggal.

“Total korbannya ada lima orang. Dari jumlah tersebut, dua orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya luka-luka. Sopirnya tidak mengalami luka-luka,” lanjut Iptu Achmad Kunaefi.

Korban meninggal masih berusia 6 tahun. Dia adalah Septian Artur Pamungkas. Korban meninggal yang lain adalah Miftahul Huda, 34.

Keduanya warga Dusun Mindi, Desa/Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Berdasarkan informasi di lapangan, Septian adalah penari pengiring. Sementara Mitahul pemain bantengan.

Septian mengalami luka lebam di mata dan pipi kiri. Lalu memar di kepala dan leher belakang. Serta telingganya keluar darah. Sedangkan Miftahul, luka robek di kepala belakang.

Korban Septian meninggal di Puskesmas Nongkojajar. Kemudian jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Untuk korban Miftahul, meninggal di RS Prima Husada, Singosari, Kabupaten Malang. Sebelumnya, dia sempat mendapat perawatan medis di Puskesmas Jabung. Lalu dirujuk ke RS Prima Husada.

Sementara tiga korban luka-luka, dua di antaranya masih remaja. Yaitu Sondiaji Suroikhan, 18, warga Dusun Mindi, Desa/Kecamatan Jabung. Satu lagi Mokhamad Bakhtiar Rifa'i, 17, masih pelajar, warga Dusun Luring, Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung.

Korban luka yang lain yaitu Haris Adi Prasetyo, 25. Dia warga Dusun Mindi, Desa/Kecamatan Jabung.

“Tiga korban luka-luka ini, sesaat setelah kejadian dibawa ke IGD Puskesmas Nongkojajar untuk mendapatkan perawatan medis,” ujar Kunaefi, sapaan akrabnya.

Sementara itu, evakuasi truk baru tuntas dilakukan pada Minggu (25/2) siang pukul 12.00. Truk dievakuasi dengan truk derek yang dilengkapi crane.

“Faktor penyebab kecelakaan ini karena sopir truk diduga kurang bisa mengusai teknis kendaraannya. Dia juga kurang hati-hati,” ungkap Kunaefi.

Pasca kejadian ini, Unit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan melakukan sejumlah langkah dan upaya. Yakni, upaya preventif dengan melakukan sosialisasi dan pemasangan stiker imbaun terhadap kendaraan angkutan barang.

Selain itu, juga upaya represif berupa teguran. Kemudian, juga menghentikan serta menunjukkan para penumpang agar beralih kepada mobil penumpang demi keselamatan.

“Menyikapi dari kejadian itu, akan dimasifkan langkah-langkah tersebut,” tegasnya singkat. (zal/hn)

         

Editor : Muhammad Fahmi
#bantengan #kecelakaan maut