Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gudang Ponpes di Rejoso Terbakar dan Merambat ke Dua Ruangan Lain, Kerugian Ratusan Juta

Fuad Alyzen • Minggu, 25 Februari 2024 | 07:12 WIB
PEMBASAHAN: Petugas Damkar Kota Pasuruan melakukan pembasahan pada gudang Ponpes Ihya’us Sunnah yang terbakar, Sabtu (24/2).
PEMBASAHAN: Petugas Damkar Kota Pasuruan melakukan pembasahan pada gudang Ponpes Ihya’us Sunnah yang terbakar, Sabtu (24/2).

REJOSO, Radar Bromo - Sebuah gudang di Pondok Pesantren (Ponpes) Ihya’us Sunnah di Desa Toyaning, Rejoso, Kabupaten Pasuruan, terbakar.

Seluruh isi gudang seluas 382,61 meter persegi itupun hangus. Termasuk dua ruangan lain.

Diduga, penyebab gudang terbakar karena korsleting listrik. Beruntung tidak ada korban jiwa.

Namun, kebakaran yang terjadi pada Sabtu (24/2) itu menyebabkan kerugian sekitar Rp 200 juta.

Gudang itu sendiri diketahui terbakar, sekitar pukul 11.15. Saat itu, Fait Lillah, 20, santri di pesantren setempat hendak mandi. Kebetulan kamar mandi berada di dekat gudang itu.

PENYELIDIKAN: Polsek Rejoso melakukan olah TKP pada gudang Ponpes Ihya’us Sunnah yang terbakar di Desa Toyaning, Rejoso, Sabtu (24/2).
PENYELIDIKAN: Polsek Rejoso melakukan olah TKP pada gudang Ponpes Ihya’us Sunnah yang terbakar di Desa Toyaning, Rejoso, Sabtu (24/2).

Belum tiba di kamar mandi, warga Desa Trewung, Rejoso ini melihat kepulan api dari atap gudang.

Fait pun langsung lari ke masjid di kawasan pesantren untuk memberitahu bahwa gudang terbakar.

Memang, hari itu semua santri sedang belajar kitab di masjid pesantren yang jaraknya sekitar 100 meter dari gudang.

“Pertama kali diketahui santri saat hendak ke kamar mandi,” ujar Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi.

Begitu mendapat informasi gudang terbakar, ratusan santri langsung berlarian keluar. Mereka lantas memadamkan api yang membakar gudang dengan alat seadanya.

Namun, api sudah membesar saat itu. Bahkan, api menjalar ke ruang kantor dan ke sebagian kamar santriwati yang ada di dekat gudang.

Mohammad Nur Khozin, 41, salah seorang pengurus pesantren lantas menghubungi petugas Damkar untuk memadamkan api.

Sekitar pukul 11.30, tiga unit mobil Damkar Kota Pasuruan tiba di lokasi kejadian dan langsung memadamkam api.

Sejumlah petugas dibantu para santri bekerja sama memadamkan api yang semakin membesar. Dua jam kemudian atau pukul 12.26, api berhasil dipadamkan.

Pihak pesantren menurut Aipda Junaidi mengatakan, terbakarnya gudang tersebut diduga akibat korsleting listrik.

Sebab, di atap gudang terdapat aliran listrik. Sementara api diketahui pertama kali berasal dari atap gudang tersebut.

Gudang itu sendiri menyimpan banyak barang untuk kegiatan santri. Antara lain, dampar untuk mengaji para santri, kitab yang tidak terpakai, juga sepeda angin dan mesin pemotong rumput. Semuanya hangus terbakar.

“Lalu di kantor yang terbakar ada komputer dan berkas-berkas lainnya. Total kerugian yang dialami pesantren sekitar Rp 200 juta,” katanya.

Cukup besar. Sebab, bangunan gudang terbakar hampir 90 persen. Bahkan, atap gudang ambruk.

Personel Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pasuruan Anang Sururin mengatakan, objek yang terbakar adalah kamar dan gudang milik pesantren. Luas yang terbakar 382,61 meter persegi.

“Diketahui luas bagian yang terbakar setelah api dipadamkan,” katanya.

Api berhasil dipadamkan sekitar dua jam, terhitung dari penanganan petugas Damkar Kota Pasuruan sampai selesai. Setelah berhasil dipadamkan, petugas melakukan pembasahan.

Anang mengatakan, objek yang terbakar mudah dipadamkan. Jadi dengan luas demikian api cepat dipadamkan.

“Kami menurunkan satu unit damkar 5000 liter, satu unit water supply BPBD dan satu unit damkar 5000 liter milik Kabupaten Pasuruan,” ujarnya. (zen/hn)

Editor : Jawanto Arifin
#kebakaran pasuruan #ponpes terbakar