PASURUAN, Radar Bromo - Kampung Tematik Bukir di Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo, telah rampung dibangun akhir Desember lalu.
Namun, pemanfaatannya diperkirakan masih lama untuk dilakukan.
Penyebabnya, tak hanya menunggu pemeliharaan rampung.
Tapi juga, masih butuh fasilitas penunjang. Diharapkan, fasilitas lain bisa dilengkapi pada 2025 mendatang.
Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf mengungkapkan, Kampung Tematik Bukir, masih perlu dilengkapi sarana dan prasarana penunjang.
Seperti areal parkir hingga kamar mandi dan toilet. Sayangnya, hal itu tidak bisa dilakukan tahun ini.
Karena, fasilitas tambahan itu, baru bisa direalisasikan tahun depan.
“Kami baru akan melengkapi fasilitasnya, tahun depan. Harapan kami, kampung tematik ini, bisa menjadi pilihan masyarakat untuk berwisata,” ungkap Gus Ipul-sapaannya.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan, Budi Santoso menuturkan, Taman Tematik Bukir sudah rampung.
Namun, belum diserah terimakan ke Pemkot. Saat ini, masih masa pemeliharaan oleh rekanan.
Taman tematik ini, diwujudkan untuk mendukung Pasar Mebel Bukir.
Sehingga diharapkan, kawasan tersebut, tidak hanya menjadi sentra industri perdagangan. Namun, juga memiliki daya tarik wisata.
“Belum bisa difungsikan. Tunggu masa pemeliharaan selama enam bulan rampung. Kira-kira Juli baru bisa digunakan,” jelasnya.
Anggota Komisi III DPRD Kota Pasuruan, Abdullah Junaedi menyebut, pihaknya sangat mendukung keberadaan kampung mebel.
Karena diproyeksikan, bisa berimbas pada meningkatnya penjualan di pasar mebel Bukir.
“Tapi, perlu dilengkapi dengan penunjang lainnya. Seperti pohon, agar pengunjung betah karena suasana rindang,” tutur politisi PKB ini. (riz/one)
Editor : Abdul Wahid