Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tak Hanya Banjir, Ini yang Perlu Diwaspadai saat Puncak Penghujan, Sungguh Mengkhawatirkan

Abdul Wahid • Rabu, 7 Februari 2024 | 15:50 WIB

 

DERAS: Seorang ibu melewati terjangan hujan di Kota Pasuruan. Memasuki puncak penghujan, rentan terjadinya angin kencang.
DERAS: Seorang ibu melewati terjangan hujan di Kota Pasuruan. Memasuki puncak penghujan, rentan terjadinya angin kencang.

PASURUAN, Radar Bromo - Meningkatnya intensitas penghujan, rentan terjadinya bencana.

Tidak hanya bencana banjir, karena angin kencang ataupun puting beliung, juga patut diwaspadai.

Koordinator Observasi Dan Informasi BMKG Pasuruan, Suwarto menguraikan, angin kencang cenderung terjadi ketika penghujan.

Hal tersebut dipicu munculnya awan kumulonimbus saat hujan turun.

Ia menjelaskan, kumulonimbus merupakan sebuah awan vertikal menjulang yang sangat tinggi, padat dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya.

Awan ini terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer.

“Saat ini, di Jawa Timur memasuki puncak musim hujan. Aktifnya monsun Asia dan adanya konvergensi, serta gangguan gelombang atmosfer Kelvin mengakibatkan pertumbuhan awan CB yang intens,” ungkap Suwarto.

Kondisi ini, kata Suwarto, sangat berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem.

Pembentukan awan kumulonimbus, bisa memunculkan angin kencang ataupun puting beliung.

Karenanya, hal tersebut perlu diwaspadai. Adanya potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, rentan menimbulkan angin kencang dan sambaran petir.

Terlebih, jika kecepatan angin mencapai 24 knot atau 45 kilometer per jam saat turun hujan.

“Potensi angin kencang dan hujan masih tinggi. Karena, puncak musim hujan, terjadi Januari sampai Februari,” kata dia. (zen/one)

Editor : Abdul Wahid
#bmkg #puting beliung #hujan deras #angin kencang