GADINGREJO, Radar Bromo - Memasuki puncak musim hujan, Kota Pasuruan belum aman dari ancaman banjir. Ada tiga sungai yang melintasi kota ini yang rawan meluap.
Karena itu, BPBD Kota Pasuruan terus memantau tiga sungai itu. Serta, selalu meminta warga waspada. Terutama warga yang tinggal di sekitar tiga sungai itu.
Seperti Minggu (4/2) malam. Debit air di Sungai Welang meningkat dan berlumpur. Debitnya mencapai 400 sentimeter.
“Perlu diwaspadai, karena saat ini puncak musim hujan,” ujar Personel Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pasuruan Anang Sururin.
Menurutnya, di Kota Pasuruan, sedang terjadi anomali cuaca. Hujan terkesan jarang. Hanya pada waktu-waktu tertentu.
Namun, ancaman yang perlu diwaspadai hujan deras di wilayah hulu.
Selama musim hujan, di wilayah hulu sangat sering hujan dengan intensitas tinggi. Dengan demikian, air akan mengalir ke sungai dengan jumlah yang tinggi.
Otomatis debit air di sungai utama akan semakin tinggi.
“Di Kota Pasuruan, ada tiga sungai yang menjadi sungai utama pembuangan air anak sungai,” ujarnya.
Tiga sungai itu yakni Sungai Petung di Kelurahan Blandongan; Sungai Gembong di Kelurahan Kandangsapi; dan Sungai Welang di Kelurahan Karangketug.
Minggu (4/2), sekitar pukul 22.00, debit air di tiga sungai ini meninggi.
BPBD pun bersiaga mengantisipasi adanya bencana. Syukur, debit air yang sampai 400 sentimeter itu, mulai pukul 23.00 menyusut.
Anang mengatakan, dengan debit air ketinggian 400 sentimeter, Sungai Welang masih aman. Tidak sampai meluap ke permukiman. Jika lebih dari itu, bisa dipastikan akan meluap.
Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada ketika terjadi hujan deras. Karena luapan air dari tiga sungai itu bisa saja terjadi. “Tingkatkan kewaspadaan,” katanya.
Terpisah, Kepala UPT PSDA Wilayah Sungai Welang Pekalen Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur Anton Dharma mengatakan, kapasitas tampung debit air Sungai Welang sekitar 400 sampai 600 m3/detik. Sungai Petung sekitar 250 sampai 350 m3/detik dan Sungai Gembong sekitar 100 sampai 125 m3/detik.
“Jika debit air melebihi angka tersebut, bisa-bisa meluap,” ujarnya. (zen/rud)
Editor : Jawanto Arifin