Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jalan Bekas Jembatan yang Hanyut di Lumbang Baru Bisa Dilewati Kendaraan Roda Dua, Bagaimana dengan Mobil?

Fuad Alyzen • Senin, 5 Februari 2024 | 17:25 WIB
KERJA BAKTI: Warga Desa/Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan kerja bakti mengevakuasi batu-batu besar yang menutup lokasi bekas jembatan yang hanyut terbawa banjir bandang.
KERJA BAKTI: Warga Desa/Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan kerja bakti mengevakuasi batu-batu besar yang menutup lokasi bekas jembatan yang hanyut terbawa banjir bandang.

LUMBANG, Radar Bromo - Evakuasi batu di jalan bekas jembatan yang hanyut akibat banjir bandang di Desa/Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, akhirnya tuntas.

Jalan bekas jembatan hanyut yang merupakan akses menuju empat desa di Desa/Kecamatan Lumbang itu mulai bisa dilewati. Namun, jalan itu baru bisa dilewati kendaraan roda dua sejak Minggu (4/12).

Sementara kendaraan roda empat belum bisa lewat. Agar bisa lewat, evakuasi batu yang menutup jalan itu harus dilakukan lebih banyak lagi.

Camat Lumbang Bambang Suhartono mengatakan, evakuasi batu terus dilakukan di jalan bekas jembatan yang hanyut. Tujuannya untuk membuka akses jalan.

Evakuasi batu itupun sudah dilakukan lima hari. Dan sejak Minggu (4/2), kendaraan roda dua sudah bisa melintas di sana.

“Sesuai perkiraan, akses jalan ini bisa dilalui setelah lima hari mengevakuasi batu yang menutup lokasi bekas jembatan yang tersapu banjir bandang,” tuturnya.

Saat ini, menurutnya, evakuasi batu hampir selesai seluruhnya. Menyisakan batu-batu berukuran sangat besar sepanjang 500 meter. Untuk mengevakuasinya, sudah ada dua alat berat di lokasi.

Sedangkan kendaraan roda empat belum bisa melewati jalan bekas jembatan yang hanyut itu.

Karena itu, kendaraan roda empat dialihkan ke arah Desa Karangasem dan Kronto, Kecamatan Lumbang. Meskipun untuk menuju ke sana aksesnya jauh.

“Kemungkinan jalan ini baru bisa dilewati kendaraan roda dua lebih usai terbangunnya jembatan darurat atau bailey oleh provinsi. Namun, sementara masih difokuskan evakuasi batu,” tuturnya.

PPK Penanganan Darurat Jembatan dan Bencana Alam DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur Idris Miftachul Alam mengatakan, lima hari ini pihaknya berfokus untuk pembersihan akses jalan yang tertutup batu.

Sehingga, bisa dilewati pejalan kaki dan sepeda motor. Sementara kendaraan roda empat belum bisa lewat.

“Selanjutnya, sekitar dua bulan lagi kami akan membangun jembatan darurat atau bailey,” ujarnya.

Sebagai informasi, jembatan di Desa/Kecamatan Lumbang ini hanyut terbawa banjir bandang beberapa waktu lalu. Padahal, jembatan itu akses jalan menuju empat desa lain.

Lokasi banjir bandang tidak hanya terjadi di Lumbang. Namun, juga terjadi di Desa Prodo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. (zen/hn)

Editor : Jawanto Arifin
#banjir pasuruan #banjir bandang #jembatan hanyut