Temuan di lapangan, hanya strauss untuk penopang fondasi yang tidak roboh.
Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan, Gustap Purwoko menyebut pemkot telah turun mengecek ke lokasi.
Selain PUPR, ada BPBD dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Penyebab ambrol pagar dinding masih dianalisa.
Dari temuan di lapangan, diketahui bukan hanya fondasi bersama tembok dari pagar dinding itu yang ambrol.
Tanah di bawah fondasi juga hilang. Yang tersisa hanya strauss untuk memperkokoh fondasi.
"Tim sudah turun. Tapi, penyebabnya masih dianalisa. Kami belum tahu kenapa pagar dinding itu bisa ambrol," katanya.
Apa ambrolnya pagar dinding itu karena faktor alam? Gustap mengaku belum bisa memastikan.
Cuma bisa jadi tanah di bawah fondasi itu terkikis karena terkena air. Mengingat di sisi barat pagar dinding itu, ada sawah.
"Bisa jadi karena bencana. Apalagi beberapa hari ini hujan deras. Tapi kami belum bisa menyimpulkan sebagai penyebabnya," terang Gustap.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan, Sutirta mengatakan pernyataan yang dikemukakan oleh PUPR itu bisa jadi hanya alasan.
Sebab, dari temuan sidak pada 2017 lalu saat gedung ini dibangun, kualitasnya bangunannya memang sudah jelek.
Kemungkinan, pagar dinding itu menggunakan campuran semen yang sama dengan sisi selatan yang ambrol usai ditendang. Saat itu, temuannya campuran semen berwana hitam. Ini menunjukkan lebih banyak pasir daripada semen.
"Yang bagus itu campurannya 1 banding 4 antara semen dengan pasir. Dalam sidak itu, perbandingannya sepertinya 1 banding 10," tutur politisi Golkar ini.
Diketahui, pagar dinding belakang gedung farmasi Kota Pasuruan yang terletak di sisi barat, ambrol, Kamis (1/2).
Tidak hanya dinding utama, fondasi juga ikut hancur. Dewan menduga kondisi ini karena rekomendasi saat sidak 2017 lalu, tidak dijalankan. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid