Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pagar Dinding Gedung Farmasi Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Ambrol, Ini Menurut Komisi III DPRD

Fahrizal Firmani • Jumat, 2 Februari 2024 | 15:00 WIB
AMBROL: Pagar dinding sisi barat Gedung Farmasi Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, ambrol setelah sempat turun hujan deras sebelumnya.
AMBROL: Pagar dinding sisi barat Gedung Farmasi Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, ambrol setelah sempat turun hujan deras sebelumnya.

BUGULKIDUL, Radar Bromo - Pagar dinding belakang Gedung Farmasi Kota Pasuruan ambrol, Kamis (1/2). 

Tidak hanya dinding utama yang ambrol. Fondasinya juga ikut hancur. 

Pantauan radarbromo.jawapos.com, pagar dinding yang ambrol terletak di sisi barat.

Sejumlah tanaman di dekat pagar dinding itu pun ikut roboh ke barat akibat tanah di dekat bagian fondasi yang ikut retak. 

Baca Juga: Joglo Kades Selotambak Tiba-tiba Ambruk saat Hujan Deras dan Angin Kencang, Dua Orang Tertimpa, Bagaimana Kondisinya?

Namun, sampai kemarin belum diketahui penyebab ambrolnya pagar gedung yang dibangun tahun 2017 itu. 

Hanya memang, sebelum pagar itu ambrol, sempat turun hujan deras di Kota Pasuruan. Hujan turun selama satu jam, pukul 14.00 sampai 15.00.

Ambrolnya pagar dinding Gedung Farmasi milik Dinas Kesehatan (Dinkes) ini mendapat sorotan dari DPRD Kota Pasuruan. 

Baca Juga: Polisi Bakal Panggil Pemilik Rumah Ambruk di Kademangan

Komisi III DPRD Kota Pasuruan menilai, pagar roboh karena pelaksana tidak menjalankan rekomendasi yang diberikan pada 2017.

Ketua Komisi III Sutirta pun menyayangkan ambrolnya pagar dinding di sisi barat gedung itu. 

Ini menunjukkan rendahnya kualitas pengerjaan. Padahal pembangunannya baru enam tahun lalu.

Menurutnya, pembangunan pagar itu sempat menjadi sorotan komisi III. Saat itu pada 2017, komisi III sempat melakukan sidak. 

Sidak menemukan  bahwa kualitas pengerjaan pagar dinding itu jelek. 

Dalam sidak ditemukan pula fondasi pagar tidak kuat, kualitas tulang dalam tembok jelek, dan campuran semen tidak baik. 

Bahkan, ada anggota komisi III yang menendang pagar tembok tersebut saat itu. Dan dengan mudah, pagar itu hancur dengan sekali tendangan.

Atas semua temuan itu, Komisi III memberikan rekomendasi pada rekanan pelaksana agar pengerjaan diperbaiki. Rupanya, rekomendasi ini tidak dijalankan.

"Buktinya, yang ambrol tidak hanya bagian dinding. Tapi, fondasinya ikut ambrol kan. Jelas rekomendasi kami tidak dijalankan," katanya.

Kepala Dinkes Kota Pasuruan dr. Shierly Marlena menyebut, Gedung Farmasi itu memang milik Dinkes. 

Namun, pengerjaannya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). "Tanya langsung saja ke PUPR," jelas Shierly.

Sementara, Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan Gustap Purwoko mengaku, pihaknya akan mengecek ambrolnya pagar dinding Gedung Farmasi itu. 

Sehingga, PUPR belum bisa memastikan penyebab ambrolnya pagar tersebut. 

"Masih akan kami cek di lapangan untuk memastikan penyebabnya apa," katanya. (riz/hn)

Editor : Achmad Syaifudin
#kota pasuruan #dinas kesehatan #GEDUNG FARMASI #Pagar Ambrol