Nelayan yang diketahui bernama Roi, 18, asal Kelurahan Gadingrejo tersebut sampai kini masih dicari.
Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, insiden itu terjadi sekitar pukul 09.00.
Pagi itu Roi bersama 17 awak kapal Sumber Laut, berangkat untuk mencari ikan. Kapal berangkat menuju perairan Kapasan di sekitar Nguling.
Di kapal Sumber Laut yang dinahkodai Salimin tersebut, Roi bertindak sebagai anak buah kapal (ABK).
Sebelum terjatuh, pria yang mengenakan kaos merah dengan tubuh setinggi 166 sentimeter tersebut, sedang menarik jaring.
Setelah selesai ikut menarik jaring, Roi mengambil minum selanjutnya duduk di sebelah kiri kemudi atau telep kapal.
Tak berselang lama, salah satu awak kapal melihat Roi sudah mengapung di laut dalam keadaan tengkurap.
Spontan meliahat ada ABK yang jatuh, kapal langsung putar haluan untuk menolong. Namun Roi sudah tenggelam.
Nahkoda kapal bahkan sudah memerintahkan menurunkan jaring sebanyak 3 kali untuk evakuasi korban. Namun masih belum di ketemukan.
Alhasil, pagi itu nahkoda juga sudah meminta meminta bantuan kapal nelayannya untuk melaporkan kejadi Satpolairud Polres Pasuruan dan Kamla TNI AL. Proses pencarian lalu dilakukan.
“Proses pencarian dilakukan sejak ABK dinyatakan menghilang. Namun karena cuaca kurang bersahabat, pencarian dihentikan. Di perairan ada hujan disertai petir,” beber Kasatpolair AKP Erni Sugihastuti.
Rencananya Kamis ini pencarian akan dilanjut kembali. Pencarian tidak hanya melibatkan Kamla TNI AL. Tapi juga Basarnas dan BPBD. (zen/fun)
Editor : Abdul Wahid