LUMBANG, Radar Bromo - Penyebab banjir bandang di wilayah Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan terus ditelusuri.
Hingga Selasa (30/1), lokasi yang diduga menjadi pemicu longsor, masih belum diketahui.
Camat Lumbang, Bambang Suhartono mengatakan, pencarian lokasi pemicu terjadinya banjir bandang dan longsor, masih dilakukan.
Ada indikasi, longsor tersebut gerusan air di wilayah Desa Wonorejo, Kecamatan Lumbang, yang akhirnya mengalir ke hilir.
Selama ini, banjir yang terjadi, tidak sampai berlumpur. Apalagi, membawa material banyak serta batu-batu besar.
"Masih pencarian penyebabnya banjir bandang. Berdasarkan dugaan, banjir berlumpur karna terjadi longsor di wilayah Desa Wonorejo, Kecamatan Lumbang," jelasnya.
Penelusuran dilakukan, untuk mencegah kejadian serupa.
Sebab jika dibiarkan, akan membahayakan ketika kembali turun hujan dengan intensitas tinggi di wilayah atas gunung, Kecamatan Lumbang.
Upaya itu dilakukan, dengan menggunakan kamera drone. “Agar memudahkan penelusuran, kami memanfaatkan kamera drone,” sampainya.
Seperti kejadian Sabtu (27/1). Banjir bandang yang melanda, membuat akses jalan utama Desa/Kecamatan Lumbang tertutup batu besar.
Bahkan, jembatan terputus terbawa arus. Kemudian meluber diwilayah hilir, Kecamatan Winongan.
Upaya penanganan tak mudah. Lantaran medan yang membahayakan, membuat evakuasi sulit dilakukan.
Disisi lain, saat ini pembuatan akses jalan yang tertutup batu masih terus dilakukan di Desa/Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan.
Sejumlah OPD Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Pasuruan, berupaya melakukan penghancuran batu dengan alat berat.
Namun pada Selasa (30/1), alat berat yang hendak dikirim ke lokasi, sopir yang mengantarkan tidak berani.
"Karna medannya membahayakan. Jalan sempit dengan bebatuan di Lumbang. Tidak bisa dinaikan. Jadi terpaksa turun," tandasnya.
Dan di Desa Lumbang untuk pengevakuasian batu besar sudah ada dua alat berat.
Sejumlah OPD Provinsi dan Kabupaten Pasuruan dibagi tugas, yang pertama mencari lokasi yang diduga longsor yang dijalankan Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur.
Kedua evakuasi batu yang menutup akses jalan, juga dilakukan pihak Provinsi Jawa Timur.
Disisi lain, warga sekitar menduga datangnya banjir berlumpur itu diakibatkan longsor dari pegunungan Sapen di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.
Seperti yang diungkap Hasan 60, warga Desa Cukurguling, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan.
Ia menyatakan, longsor diduga dari berasal jauh arah timur. Tepatnya di dipegunungan di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.
Di sana, terdapat banyak hutan buatan milik warga. Menurutnya hutan buatan tersebut sudah ada batasan.
Namun perkembangannya belum ada kejelasan. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin