PASREPAN, Radar Bromo Warga Dusun Precet, Desa Petung, Kecamatan Pasrepan, mendadak terbangun dari dirudnya, Selasa (29/1)dini hari.
Ini setelah terdengar suara ledakan sebanya tiga kali. Warga lalu berbondong keluar untuk mencari sumber suara tersebut yang ternyata bom ikan atau bondet.
Apalagi saat itu ada suara teriakan meminta tolong. Teriakan itu berasal dari Misdi, 55, yang merupakan warga sekitar.
Saat itu kakinya sudah bersimbah darah lantaran terluka akibat terbakar. Secepatnya warga menolong Misdi. Dia dilarikan ke RSUD dr R Soedarsono.
Warga terkejut mengapa Misdi menjadi sasaran pelaku kejahatan. Padahal selama ini, dia dikenal sebagai pria yang tak pernah bermasalah.
Informasinya, pelemparan bondet itu terjadi sekitar pukul 02.30. Saat itu korban sedang beristirahat di dalam rumahnya.
Tiba-tiba ada pelaku melemparkan bondet yang mengarah ke korban beristirahat.
Blar...Bondet meledak dan mengenai kaki Misdi.
Korban yang merasakan kesakitan, berusaha menghindar dan berlindung di balik rumahnya.
Baca Juga: Setelah Dua Tersangka, Polisi Buru Penyuplai Bahan Bondet
Pelaku rupanya belum puas dan kemudian melempar bondet yang kedua. Bondet meledak sehingga mengakibatkan kondisi rumah berantakan.
Tak berhenti di situ. Pelaku kembali melemparkan bondet yang ketiga. Bondet mengarah ke pintu utama rumah korban.
Nah, ledakan itulah yang yang akhirnya mengundang perhatian warga dan tetangga untuk melakukan pertolongan terhadap korban.
“Korban alami luka pada kaki kiri betis bagian luar dan luka robek tidak beraturan,” kata saksi tetangga korban Abdulloh, 36.
Kata Abdulloh, korban keseharinnya tinggal seorang diri di dalam rumahnya. Anak dan menantu korban, bertempat tinggal di depan rumah korban.
Selama ini, tetangga mengenal Misdi tidak pernah mempunyai musuh. Warga sekitar juga mengenal pria yang keseharian bertani itu sebagai orang baik-batik.
Saksi lainnya Sarip, 40, menambahkan, saat kejadian terdengar ada 3 kali suara ledakan.
“Pada saat setelah kejadian saksi mendengar korban meminta tolong dan langsung masuk ke dalam rumahnya untuk melakukan pertolongan terhadap korban,” ujarnya.
Kejadian itu memantik kepolisian datang ke lokasi. Kapolsek Pasrepan AKP Supriadi membenarkan kejadian tersebut.
Sekitar pukul 07.30 pihaknya menerima laporan tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan bahan peledak bondet terhadap korban yang mengakibatkan sejumlah luka.
Kata kapolsek, lemparan bondet membuat kaki kiri di bagian betis, mengalami luka robek tidak beraturan sepanjang 9 sentimeter.
Siku tangan kiri Misdi sekitar luka robek sepanjang 6 sentimeter. Begitu juga pelipis mata sebelah kiri, robek 3 sentimeter.
“Korban sudah dilarikan ke RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan untuk dilakukan perawatan secara medis. Tidak meninggal dunia,” ujarnya.
Kepolisian juga sudah menggelar olah TKP dengan Inafis Polres Pasuruan dan Buser Rayon timur untuk menindaklanjuti dan mengungkap pelaku. Hasilnya di TKP pintu depan dalam keadaan tidak terkunci.
Diduga pelaku melakukan dugaan tindak pidana tersebut dari atas dengan cara melemparkan bondet melalui jendela samping rumah yang tidak tertutup.
“Tidak terdapat jendela samping yang menutupi, pelaku lewat jalan setapak di selatan TKP yang menuju ke sungai dan persawahan. Diduga lebih dari 1 orang,” ujarnya.
Adapun barang bukti yang diamankan polisi di antaranya serpihan bondet, satu sarung warna biru motif kotak-kotak yang terdapat ceceran dan bekas kebakaran akibat bahan peledak, 1 karpet warna hijau terdapat ceceran dan bekas kebakaran akibat bahan peledak, 3 potongan patahan pintu lemari akibat dari ledakan bondet dan 1 sarung warna ungu yang berlumuran darah.
“Saat ini kami masih menyelidiki,” ujarnya. (zen/fun)
Editor : Abdul Wahid