Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

E-Portal Tak Jadi Dipakai, Gus Ipul Masih Cari Skema yang Pas, Padahal Awalnya Ingin Jadi Pilot Project

Fahrizal Firmani • Rabu, 24 Januari 2024 | 13:05 WIB
BEBER KELUHAN: Sejumlah pedagang di pasar Kebonagung yang kemarin berdialog dengan Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf dan jajarannya.
BEBER KELUHAN: Sejumlah pedagang di pasar Kebonagung yang kemarin berdialog dengan Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf dan jajarannya.

PURWOREJO, Radar Bromo - Setelah menapat protes dari para pedagang, Pemkot Pasuruan membatalkan pemberlakuan e-portal di Pasar Kebonagung.

Kebijakan yang mulanya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah tersebut, urung digunakan. Pedagang pun semringah.

Kebijakan parkir elektronik yang biasanya diterapkan di pasar modern tersebut, resmi dicabut Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf. Padahal orang nomor satu di Kota Pasuruan itu mulanya ingin menjadikan e-portal di pasar Kebonagung sebagai pilot project.

Ditiadakannya e-portal di pasar Kebonagung ini terungkap dalam pertemuan antara Gus Ipul-sapaan akrab Saifullah Yusuf dengan ratusan pedagang Pasar Kebonagung di Gedung Gradika, Selasa (23/1).

Gus Ipul mengabulkan permintaan pedagang dengan kebijakan parkir menggunakan e-portal.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah pedagang mengeluh pada Gus Ipul bahwa sejak kebijakan e-portal diberlakukan, dagangannya menjadi sepi.

Banyak masyarakat yang enggan masuk ke pasar. Sehingga omset mereka turun drastis.

Seperti yang diungkapkan Suwito. Ia menyebut dagangannya sepi sejak pandemi. Saat ini masih belum pulih.

Dengan diberlakukan e-portal, dagangannya semakin tidak laku.

Katanya, banyak pedagang yang lebih suka menggunakan kebijakan parkir seperti sebelumnya.

Dimana masyarakat yang datang membayar parkir di dalam pasar. Agar tidak ditarik berkali kali, bisa disiasati dengan meletakkan motor di lokasi terdekat.

“Selebihnya mereka bisa jalan saat berbelanja di dalam pasar. Dan lagi, dengan parkir lama, motor milik pembeli dan penjual juga lebih aman,” tuturnya.

Hal senada diutarakan Umi Kulsum, pedagang ikan. Katanya, dagangan ikannya merosot hingga 50 persen sejak ada e-portal. Karena itu, pencabutan e-portal harus dilakukan demi menggeliatkan pasar.

Ia juga meminta keamanan pasar ikut ditingkatkan. Karena tidak jarang barang miliknya hilang dicuri. Ia pernah mengalami kehilangan timbangan hingga dagangan ikan yang hendak dijual.

“Kami berjualan niatnya mencari untung. Kalau ada e-portal dan keamanan kurang, bukannya untung malah rugi,” jelas Umi.

Pedagang toko sembako, Sofyan menambahkan kebijakan e-portal memang baik. Tapi justru ini membuat pedagang menjadi rugi. Jadi sebaiknya, kebijakan ini dihapus saja.

Di sisi lain, Gus Ipul menyebut pihaknya memang mengabulkan keinginan pedagang.

Sembari mencari konsep terbaik untuk sistem parkir di Pasar Kebonagung, ia berharap pencabutan ini bisa membuat aktivitas pasar kembali bergairah.

“e-portal dicabut sesuai keinginan pedagang. Kami masih akan mencari sistem yang paling bagus untuk parkir di sana,” pungkasnya.

Diketahui, kebijakan e-portal di Pasar Kebonagung sejak 1 Januari diprotes pedagang. Pedagang menilai keberadaan e-portal membuat pembeli yang masuk berkurang. Dagangan mereka menjadi sepi.

Parkir elektronik di Pasar Kebonagung ini dibangun sejak 2023 silam dan rencananya diterapkan September.

Rencana itu mundur karena baru diterapkan awal Januari 2024. Namun baru beberapa hari diterapkan, muncul protes dari para pedagang.

Kebijakan e-portal ini sejatinya sudah pernah menjadi sorotan dewan. Sebabnya, e-portal dinilai kurang sosialisasi. Bahkan dewan pernah menilai, pemkot terlalu terburu-buru lantaran menyiapkan infrastrukturnya dahulu baru kemudian membuat kebijakannya. (riz/fun)

Editor : Jawanto Arifin
#pasar kebonagung #E-Portal #parkir elektronik #pemkot pasuruan