Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Minta Periksa Semua Payung Madinah yang Mleyot karena Angin Kencang

Fahrizal Firmani • Selasa, 23 Januari 2024 | 19:49 WIB
RUSAK: Salah satu jari satu Payung Madinah, Kota Pasuruan, (kanan) meleyot setelah tertiup angin kencang, Minggu (21/1).
RUSAK: Salah satu jari satu Payung Madinah, Kota Pasuruan, (kanan) meleyot setelah tertiup angin kencang, Minggu (21/1).

PANGGUNGREJO, Radar Bromo - Meleyotnya Payung Madinah di Kota Pasuruan, terus jadi perhatian.

Setelah diperiksa, ternyata salah satu jari dari satu Payung Madinah tertekuk akibat tertiup angin kencang.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Payung Madinah Akung Novajanto mengatakan, Payung Madinah yang meleyot belum bisa difungsikan. Sebab, satu jari untuk mengembangkannya tertekuk ke bawah.

Jika dipaksa difungsikan, bisa tidak simetris. Sebab, satu jari menghadap ke bawah akibat tertekuk.

Sementara, jari lengan payung lainnya menghadap ke atas. Karena itu, masih perlu diperbaiki.

Perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu sepekan. Selama sepekan ke depan, satu dari 11 payung ini tidak akan difungsikan.

“Sementara tidak bisa difungsikan dahulu sampai jari yang tertekuk diperbaiki. Kalau dipaksa bisa tambah rusak,” jelasnya.

Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan ini mengatakan, peristiwa ini murni karena faktor bencana alam.

Saat kejadian, ada angin kencang. Memang, Payung Madinah tidak akan kuat jika tertiup angin kencang.

Ia mengaku sudah meminta rekanan, PT Dwi Unggul Abadi untuk mengecek 11 payung lainnya. Jika ada kerusakan, harus langsung diganti atau diperbaiki.

Pihaknya tidak ingin saat difungsikan malah membahayakan pengunjung.

“Kami juga meminta rekanan mengecek payung lainnya. Memastikan payung lain dalam kondisi baik dan aman difungsikan,” kata Akung.

Ketua Komisi I DPRD Kota Pasuruan Sutirta mengaku kecewa dengan kondisi Payung Madinah.

Sebab, dalam waktu kurang dua tahun telah terjadi empat kali kerusakan. Sementara, proyek ini menelan anggaran besar.

“Saya tidak setuju jika ini murni karena bencana. Berarti saat kajian tidak maksimal. Karena dipasang di luar, semestinya tahan angin, kecuali badai atau puting beliung,” ujarnya.

Diketahui, satu dari 11 Payung Madinah di kawasan Alun-Alun Kota Pasuruan kembali rusak.

Minggu (21/1),  satu payung di sisi selatan sebelah timur itu meleyot setelah tertiup angin kencang. Namun, payung masih ditutup. (riz/rud)

Editor : Jawanto Arifin
#Payung Madinah #angin kencang #pemkot pasuruan