Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Rencana Terminal Transit di Kota Pasuruan Tak Jelas

Fahrizal Firmani • Selasa, 16 Januari 2024 | 20:10 WIB
BATAL: Terminal wisata Kota Pasuruan yang tiap hari kedatangan bus.
BATAL: Terminal wisata Kota Pasuruan yang tiap hari kedatangan bus.

PASURUAN, Radar Bromo - Rencana transformasi terminal wisata Kota Pasuruan menjadi terminal transit bagi wisatawan Gunung Bromo, menguap.

Sebab, rute yang akan melintas di Kota Pasuruan, terancam batal diwujudkan.

Kepala Dishub Kota Pasuruan Andriyanto mengungkapkan, usulan rute memang sudah disampaikan.

Rencana transformasi terminal wisata menjadi terminal transit diancang-ancang.

Namun, hal itu terancam dibatalkan. Karena ternyata, rute wisata menuju Gunung Bromo, disebut-sebut batal melewati Kota Pasuruan.

“Yang dipilih, rute Kabupaten Malang dan Kota Batu. Padahal, waktu itu kami sudah mengajukan rutenya. Dan disetujui. Tapi, ternyata Pusat urung menggandeng kami,” akunya.

Hal tersebut, jelas membuat Pemkot Pasuruan kecewa. Mengingat, perubahan terminal wisata itu, akan memberi banyak keuntungan.

Wisatawan bisa mengenal Kota Pasuruan. Serta, pedagang di terminal wisata ikut terimbas.

Andriyanto mengaku, pada tahun lalu, sempat ada sedikit harapan. Di mana, pusat urung menggunakan rute Kota Batu.

Karena dinilai tidak efisien lantaran terlalu jauh ke Gunung Bromo.

Peluang ini langsung ditangkap. Pemkot berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Agar rute ke Gunung Bromo bisa dilewatkan di Kota Pasuruan.

Pihaknya kembali mengusulkan rute lama. Rutenya, dari Jalan Ahmad Yani lurus masuk Terminal Wisata.

Selanjutnya, bus melewati Jalan Pahlawan. Lalu, menuju ke arah selatan melewati Jalan KH Ahmad Dahlan dan menuju Gunung Bromo.

Namun, pengajuan ini belum ada jawaban sampai saat ini. Sementara, wisatawan yang datang dari arah Juanda secara reguler menggunakan rute Kabupaten Malang dengan dua armada bus.

“Agak kecewa. Kami sudah mengkaji rute yang dilewati. Segala persiapan sudah dilakukan termasuk memperbaiki terminal wisata,” tukas Andri.

Anggota Komisi III DPRD Kota Pasuruan Abdullah Junaedi menuturkan, rencana menjadikan terminal wisata sebagai terminal transit itu bagus.

Namun sayangnya, pemkot kurang cakap dalam membaca peluang.

Semestinya, saat ada peluang dari pusat, pemkot langsung melakukan sosialisasi. Dan memperbagus wajah terminal wisata agar layak sebagai terminal transit.

“Saat ini, fokus perbaiki fasilitas yang ada. Minimal sebagai terminal untuk wisata religi itu harus bagus," jelas politisi PKB ini. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
#Terminal Wisata #terminal transit #wisata pasuruan