PASURUAN, Radar Bromo - Anjloknya Kereta Api (KA) Pandalungan relasi Gambir-Surabaya-Jember memang mengganggu jalur transportasi. Tapi perlahan jalur KA Daop 9 Jember sudah kembali normal.
Namun dua KA di jalur ada yang mengalami keterlambatan. Sebab ada pembatasan kecepatan di lokasi insiden sebelumnya (14/1).
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan, keberangkatan KA dari Daop 9 Jember sudah mulai normal.
Namun untuk KA menuju Daop 9 Jember seperti KA Pandalungan dan KA Probowangi, mengalami kelambatan dampak antrean persilangan dan ada pembatasan kecepatan di lokasi insiden di Tanggulangin, Sidoarjo.
“Sudah selesai evakuasi. Karena insiden itu ada keterlambatan yang disebabkan ada pengurangan kecepatan KA. Informasinya masih penyesuaian relnya,” ujarnya.
Humas Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur DJKA Alfaviega Septian Pravangasta menambahkan, evakuasi KA Pandalungan sudah selesai Senin sekitar pukul 00.22. Untuk lokomotif yang anjlok, sudah diparkir di jalur 1 stasiun Tanggulangin.
Lintasan KA di lokasi kejadian bahkan sudah bisa dilewati pertama kali usai evakuasi dan perbaikan pada pukul 03.11.
Setelah itu bisa dilintasi KA dengan kecepatan terbatas. “Maksimal 20 kilometer per jam, dari kecepatan maksimal biasanya 70 kilometer perjam,” ujarnya.
KA harus lambat karena kondisi relnya masih butuh penyesuaian dulu, setelah perbaikan. Ini juga masih dalam pantauan dari DJKA dan KAI.
Karenanya jalur KA jurusan ke Jember alami keterlambatan. Tersendat lantaran KA yang melintas di lokasi kejadian harus mengurangi kecepatan. “Ya karena masih proses penyesuaian itu,” ujarnya.
Alfaviega menjelaskan, untuk mengevakuasi kereta dan lokomotif yang anjlok di tempat kejadian, sampai mendatangkan kereta penolong dari Depo Sidotopo dan Malang.
Untuk mempercepat proses evakuasi, DJKA juga mengirimkan 1 unit crane KiROW SC 3 05 01 dari Depo Solo Balapan, yang sudah berada di lokasi.
Setelah perbaikan jalur selesai, kemudian pada pukul 02:50 dilakukan uji coba menggunakan lokomotif CC2018348 dengan kecepatan 5 kilometer/jam.
Lalu jalur KA dapat digunakan dengan kecepatan terbatas pada pukul 03:11 dengan KA Blambangan Ekspres menjadi kereta pertama yang melewati jalur tersebut.
“Saat ini sudah berjalan normal. Hanya ada keterlambatan. Namun ini bukan masalah besar,” ujarnya.
Sementara itu, jadwal keberangkatan di Stasiun Pasuruan kembali normal. Begitu juga penumpang di Jalur Surabaya-Jember meski ada sedikit keterlambatan. Akses lintasan KA di berbagai jalur kembali normal.
Kepala Stasiun Pasuruan Rusdi mengatakan, kemarin jadwal di stasiun Pasuruan kembali normal. Namun sedikit ada keterlambatankarena ada pembatasan kecepatan. “Terlambat selisih berapa waktu saja,” ujarnya.
Sementara untuk penumpang sudah normal. Dari hari sebelumnya yang beralih lantaran terjadinya insiden, saat ini sudah tidak lagi.
Ketika normal, per harinya penumpang di Stasiun Pasuruan sekitar 100 sampai 200 penumpang. Penumpang KA jarak jauh maupun menengah. (zen/fun)
Editor : Jawanto Arifin