PANGGUNGREJO, Radar Bromo - Anjloknya Kereta Api (KA) Pandalungan di Stasiun Tanggulangin, Sidoarjo berimbas pada stasiun lain, Minggi (14/1). Terjadi penumpukan penumpang di Stasiun Bangil.
Puluhan penumpang turun di Stasiun Bangil, karena tidak bisa melanjutkan perjalanan. Di sisi lain, banyak penumpang gagal berangkat, karena tidak ada kereta yang bisa berangkat.
Dion, 23, asal Surabaya adalah salah satu yang merasakan dampaknya. Dion mengaku naik kereta dari Jember pukul 06.15 dan tiba di Stasiun Bangil pukul 09.15.
Harusnya, dia sampai Surabaya pukul 10.13. Namun, karena KA Pendalungan anjlok di Tanggulangin, dia turun di Stasiun Bangil. Kemarin, dia menunggu bus yang disiapkan KAI untuk penumpang tujuan Surabaya.
Hal serupa dialami Anas, calon penumpang asal Semare, Kraton, Kabupaten Pasuruan. Ia menunggu di Stasiun Bangil sejak pukul 09.00 untuk berangkat ke Tulungagung.
“Saya nunggu kereta dari Surabaya, tujuan ke Tulungagung. Tapi lebih dari satu jam menunggu, kereta tidak datang. Ternyata, karena KA Pendalungan anjlok di Tanggulangin,” tuturnya.
Hal serupa terjadi di Stasiun Pasuruan. Jadwal keberangkatan KA Pendalungan di Stasiun Pasuruan pun telat. Penumpang pindah naik bus.
Kepala Stasiun Pasuruan Rusdi mengatakan, seharusnya KA jarak jauh ini (Pandalungan) berangkat pukul 08.27 di Stasiun Pasuruan. Namun, kereta tak kunjung datang.
Untungnya, penumpang yang turun, maupun naik KA Pandalungan tidak terlalu banyak. Hanya 11 orang. Mereka pun langsung beralih naik bus. Rata-rata mereka pulang ke Jember dan Tanggul.
Untuk minimalisir penumpukan penumpang di Stasiun Bangil, KAI Daop 8 Surabaya menyediakan bus di stasiun ini.
Selanjutnya, bus mengantar penumpang ke stasiun pemberhentian selanjutnya. Yakni Stasiun Surabaya dan Mojokerto.
“Kami menyediakan bus untuk penumpang dengan tujuan Surabaya sebagai sarana pengganti,” terang Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, begitu bus tiba di Stasiun Bangil, penumpang tujuan Surabaya langsung naik.
Hingga berita ini ditulis sore hari, bus yang didatangkan ke Stasiun Bangil ada delapan unit.
Sebagai kompensasi atas keterlambatan kereta, KAI juga memberikan service recovery.
Berupa minuman, makanan ringan hingga makanan berat. Serta pembatalan perjalanan 100 persen, bagi pelanggan KA yang terdampak.
“KAI menyampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya, atas kejadian yang tidak diinginkan oleh semua pihak tersebut. Kami dengan pihak-pihak terkait terus melakukan upaya evakuasi dan normalisasi jalur, agar perjalanan kembali lancar,” tuturnya. (zen/zal/hn)
Editor : Jawanto Arifin