Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sudah Rampung Dibangun, Lima Pos Perlintasan KA di Pasuruan “Nganggur”

Muhamad Busthomi • Minggu, 14 Januari 2024 | 17:25 WIB
AGAR AMAN : Perlintasan sebidang di wilayah Kraton yang dijaga oleh relawan. Pos penjagaan PJL sudah dibangun, tapi belum difungsikan.
AGAR AMAN : Perlintasan sebidang di wilayah Kraton yang dijaga oleh relawan. Pos penjagaan PJL sudah dibangun, tapi belum difungsikan.

BANGIL, Radar Bromo – Lima pos penjagaan palang pintu Jalur Perlintasan Langsung (JPL), telah rampung dibangun. Namun, sampai saat ini, kelimanya belum bisa difungsikan.

 

Padahal, biaya yang dikeluarkan cukup besar. Mencapai ratusan juta. Tiga pos dibangun pemerintah daerah dengan memanfaatkan dana cukai.

 

Meliputi JPL di Watulunyu Kecamatan Rembang, Patuguran dan Kasuran di Kecamatan Rejoso.

 

Sementara, sisanya merupakan hibah Pemprov Jatim. Terletak di Kecamatan Rejoso dan Kraton.

 

“Total ada lima JPL yang baru dibangun. Termasuk hibah dari Pemprov Jatim, yang nantinya juga akan jadi kewenangan kami,” beber Agus Hari Wibawa, kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan.

 

Agus menerangkan, pemanfaatan pos palang pintu tersebut memang tengah disiapkan.

 

Karena bagaimanapun, dinasnya juga perlu memikirkan tambahan personil yang akan ditempatkan di masing-masing pos.

 

Idealnya, setiap pos perlu empat personel. “Karena mereka akan bekerja dalam tiga sif per harinya dengan delapan jam kerja,” jelasnya.

 

 

Dengan begitu, total personel yang diperlukan, mencapai 20 orang. Persoalannya, untuk menyediakan personil, kata Agus, juga tidak bisa ujug-ujug dilakukan.

 

Pemberlakukan UU 20/2023, membuat kran penerimaan pegawai honorer dan non ASN ditutup.

 

“Jadi perlu kami rumuskan dulu apakah merekrut tenaga baru atau menugaskan personel yang sudah ada dari internal kami,” bebernya.

 

Belum lagi, personel yang akan ditempatkan nantinya juga harus punya standarisasi kompetensi tersendiri.

 

Mereka harus lebih dulu diikutkan pelatihan mengenai perkeretaapian. Namun Agus bilang, kelima pos palang pintu tersebut kemungkinan besar bakal dimanfaatkan tahun ini.

 

“Tahun ini kami upayakan selesai semua mulai penyediaan pegawai dan pelatihannya,” bebernya.

 

Belum beroperasinya lima palang pintu di lima perlintasan sebidang itu menuai sorotan.

 

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Rudi Hartono menyebut, pemerintah harus cekatan dalam memastikan keamanan di perlintasan sebidang. Terlebih fatalitas kecelakaan di kawasan tersebut cukup tinggi.

 

“Mestinya kalau sudah dibangun, langsung difungsikan sehingga nilai manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” tandasnya. (tom/one)

Editor : Ronald Fernando
#perlintasan kereta api