KRATON, Radar Bromo-Puluhan rumah di Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Kamis (11/1) petang diterjang puting beliung.
Tak hanya mengakibatkan rumah rusak. Seorang bocah di desa setempat juga terluka akibat tertimpa genting atap rumah yang ambrol usai diterjang puting beliung.
Bocah malang korban puting beliung itu berusia 5 tahun. Ia bernama Bahriatul Ilmiyah.
Ia adalah putra dari Basir (40), warga RT 04 RW 05 Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton.
Ria –sapaan akrab sang bocah- terpaksa harus dilarikan ke Puskesmas Kraton. Ia mengalami luka di bagian kepala.
Dari hasil medis pemeriksaan, Ria mengalami luka ringan.
Sang ayah, Basir menceritakan, petang itu hujan deras disertai angin kencang menerjang kawasan Dusun Kisik.
Kala itu Basir tengah melaksanakan sholat maghrib di ruang belakang rumah. Sementara putrinya sedang bersantai tak jauh darinya.
Namun, saat mendapati rakaat pertama, tiba-tiba genting atap rumah langsung berjatuhan. Seketika ia pun panik.
Ia secara spontan langsung menyelematkan anaknya dan lari keluar rumah.
Namun, malang menimpa sang putri. Ia sempat tertimpa serpihan genting dan mengalami luka benjol di kepala.
“Panik sekali saat itu. Yang ada di benak cuma putri saya. Langsung saya sambar, lalu saya bawa keluar. Dan Alhamdulillah ia hanya mengalami luka ringan,” terang Basir saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo.
Tak cuma di wilayah RT tempat tinggal Basir saja dampak angin kencang itu.
Musibah juga menimpa rumah Sulaiman, warga RT 01 RW 05 Dusun Kisik.
Atap dapur rumahnya porak-poranda disapu angin kencang yang melanda desanya. Segala perabotan masak miliknya banyak yang rusak.
Hingga malam, ia memutuskan untuk tidak beraktifitas bersih-bersih rumah. Rencana akan dilakukan Jumat pagi ini.
Menurutnya, kejadian puting beliung saat itu berlangsung sangat cepat. Hanya beberapa menit saja. Ia bersyukur musibah tersebut tak sampai menelan korban jiwa.
“Waktu kejadian saya ada di mushola. Sempat waswas soalnya anginnya kencang sekali. Saya putuskan langsung pulang. Nah, saat itu baru tahu kalau dapur rumah saya rusak berantakan,” ungkap Sulaiman.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun aparat desa setempat, sedikitnya terdapat puluhan rumah yang rusak akibat angin kencang.
Andik Santoso, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kalirejo mnegungkapkan, terdapat sekitar 70-an rumah di desanya mengalami kerusakan.
Puluhan rumah itu tersebar di tiga dusun. Yakni Dusun Tawangsari, Kertosari dan Kisik.
Kerusakan terparah terjadi di Dusun Kisik. Ada setidaknya 45 rumah rusak. Sementara di Dusun Tawangsari ada 10 rumah. Sedangkan 15 rumah rusak lainnya terjadi di Dusun Kertosari.
“Untuk hasil pendataan sementara ada sekitar 70 rumah yang mengalami kerusakan. Lebih 20 mengalami rusak berat. Sisanya ringan semua. Dari tiga dusun yang terdampak, Dusun Kisik yang paling parah,” ungkap Andik saat ditemui di lokasi kejadian pada Kamis (11/1) malam.
Andik menambahkan, kerusakan bukan saja menimpa rumah-rumah tempat tinggal warga.
Tapi, juga beberapa gudang dan kandang ternak milik warga sekitar.
Selain itu, puting beliung juga membuat sejumlah pohon tumbang. Sehingga mengakibatkan jaringan listrik wilayah setempat sempat terputus.
Insiden itu pun jadi perhatian. Malam itu juga, sejumlah aparat gabungan berdatangan.
Mulai dari Polres Pasuruan Kota, Koramil Kraton Kodim 0819 Pasuruan serta BPBD Kabupaten Pasuruan. Mereka gotong-royong membersihkan material yang mengganggu akses jalan.
Beberapa pohon yang tumbang juga dipotong dan disingkirkan. Rencananya, mereka bersama warga sekitar akan melanjutkan kegiatan bersih-bersih itu pagi ini. (ube/mie)
Editor : Muhammad Fahmi