Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ditinggal Salat, Bocah yang Jadi Manusia Silver ini Malah Kabur

Fuad Alyzen • Kamis, 4 Januari 2024 | 14:10 WIB
DIAMANKAN: Manusia silver yang kabur saat hendak dibina di Kantor Satpol PP Kota Pasuruan, Selasa (2/1).
DIAMANKAN: Manusia silver yang kabur saat hendak dibina di Kantor Satpol PP Kota Pasuruan, Selasa (2/1).

PANGGUNGREJO, Radar Bromo- Aksi nekat bocah asal Kelurahan Tambaan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, membuat anggota Satpol PP geleng-geleng.

Setelah terjaring dan dibawa ke kantor Satpol PP Kota Pasuruan, bocah yang mengecat tubuhnya dengan warna silver itu kabur melalui lubang angin-angin di dekat musala kantor Satpol PP, Selasa (2/1).

Bocah ini diamankan sekitar pukul 16.30. Ia memungut uang dari pengendara di Simpang Empat Balaikota, Kelurahan Kandangsapi, Kecamatan Panggungrejo. Ia pun dibawa ke kantor Satpol PP Kota Pasuruan.

“Ada laporan dari masyarakat, ada manusia silver. Laporan ini saya tindak lanjuti dengan menugaskan teman-teman Satgas untuk melakukan eksekusi,” ujar Kabid Linmas Satpol PP Kota Pasuruan Iman Hidayat.

Petugas berhasil mengeksekusi dan membawanya ke kantor Satpol PP untuk dibina dan didata.

Sebelumnya, untuk melanjutkan bertugas, petugas yang mengantarkan bocah manusia silver salat Magrib di kantor Satpol PP. Selesai salat, kembali berangkat melakukan patroli.

Di markas tinggal satu petugas yang menjaga dan akan melakukan pembinaan. Karena belum salat, anggota ini meninggalkan bocah tersebut untuk salat magrib.

 

 

Saat itulah, manusia silver ini memanjat dinding, meraih lubang angin-angin. Kabur. “Belum didata dan dilakukan pembinaan. Bocah ini kabur. Usianya di bawah 17 tahun,” ujarnya.

Setelah selesai salat, petugas memastikan keberadaannya. Sebab, saat salat terdengar suara dari lubang angin dekat musala.

Ternyata, bocah itu tidak ada. Diduga, bocah itu melarikan diri melalui lubang angin-angin.

Petugas itu melapor dan meminta Satgas mengejar dan mencari keberadaannya. Namun, tidak ditemukan.  “Dicari sudah tidak ditemukan. Ia berhasil melarikan diri,” kata Imam.

Ia berjanji akan mengintensifkan patroli untuk meminimalisasi penyalahgunaan atau pelanggar peraturan di persimpangan. (zen/rud)

Editor : Ronald Fernando
#pengamen #manusia silver