PASURUAN, Radar Bromo - Potensi penyelundupan barang terlarang di Lapas IIB Pasuruan, terus diminimalisasi.
Terutama mendekati momentum Natal dan tahun baru (Nataru). Petugas semakin rutin melakukan penggeledahan kamar hunian warga binaan.
Kepala KPLP Taufiqul Hidayatullah mengatakan, penggeledahan dilakukan untuk mengantisipasi segala potensi yang bisa menimbulkan gangguan di dalam Lapas.
Misalnya, penggunaan ponsel ataupun narkotika oleh warga binaan. Pihaknya mengerahkan anggota untuk menggeledah kamar D2 dan D3.
“Apalagi untuk mengantisipasi kunjungan selama momentum Nataru ini, kami berupaya mencegah dini terhadap barang terlarang dan berbahaya yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas,” katanya.
Meski begitu, Taufiqul juga memastikan penggeledahan tetap dilakukan dengan menjunjung tinggi kemanusiaan.
Petugas diminta tetap menunjukkan sikap humanis terhadap warga binaan. Langkah itu juga menjadi bagian untuk menjamin kondusivitas kehidupan antarwarga binaan.
“Sementara ini belum ada barang berbahaya maupun terlarang yang berisiko menimbulkan gangguan keamanan. Mungkin dari sisi kebersihan saja yang harus selalu kami ingatkan kepada warga binaan,” katanya.
Ia mengatakan, pengawasan yang ketat menjadi penting. Apalagi kondisi lapas sampai saat ini masih over kapasitas.
Jumlah warga binaan jauh melampaui kapasitas ideal, sehingga petugas harus melakukan pengawasan ekstra.
“Apabila ada temuan, tentu ada mekanisme dan konsekuensi bagi warga binaan,” katanya. (tom/rud)
Editor : Jawanto Arifin