PASURUAN, Radar Bromo - Tingginya mobilitas warga memunculkan wacana agar pemerintah meningkatkan konektivitas jalan. Salah satunya dengan membuka jalan tembus di tengah perkotaan.
Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan Sutirta mengatakan, wacana pembangunan jalan tembus bukan tidak mungkin direalisasikan.
Selama ini beberapa kawasan pinggiran kota sudah banyak dibangun jalan tembus. Hasilnya, mobilitas warga lebih mudah.
”Begitu juga di tengah kota, bukan tidak mungkin untuk dilakukan,” katanya.
Apalagi mobilitas masyarakat semakin tinggi. Misalnya saja di kawasan jantung kota.
Seperti di Jalan Wahidin Sudirohusodo dan Jalan Panglima Sudirman. Dua kawasan itu sama-sama menjadi pusat kegiatan. Namun konektivitas jalannya belum bisa dikatakan memadai.
”Karena harus memutar. Ini misalnya diberikan akses alternatif juga masih memungkinkan,” katanya.
Apalagi, proyeksi membuka jalan tembus di tengah kota semacam itu sebenarnya bukan wacana baru.
Pemerintah kota bahkan sempat merintisnya ketika membuka akses jalan baru di samping bekas pabrik karton Jalan Wahidin Sudirohusodo.
”Namun kan setelah itu terhenti, belum tuntas,” ungkap Sutirta.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pasuruan Andriyanto mengatakan, pembangunan jalan tembus itu memang bisa saja dilakukan.
Entah membuka akses baru atau meneruskan yang sudah pernah dibuat. Namun untuk saat ini, pihaknya juga masih perlu mengkaji urgensi pembangunan jalan tembus.
”Sejauh mana efektivitasnya, dampaknya kepada mobilitas masyarakat, itu yang masih perlu dijawab melalui kajian,” bebernya. (tom/fun)
Editor : Jawanto Arifin