PASURUAN, Radar Bromo - Sejumlah jembatan nasional di wilayah Pasuruan, lebarnya belum ideal.
Namun, sejauh ini belum ada rencana pelebaran terhadap sejumlah jembatan itu. Termasuk tahun depan.
Sejumlah jembatan nasional, baik di Kota maupun Kabupaten Pasuruan, lebarnya lebih sempit dibanding badan jalan di sekitarnya.
Kondisi ini rawan terjadi kecelakaan lalu lintas karena terjadi penyempitan jalan.
Seperti, Jembatan Bokwedi, Jembatan Petung, dan Jembatan Purut di Kota Pasuruan. Serta, Jembatan Kasuran, Kecamatan Rejoso, dan Jembatan Wedusan, Kecamatan Nguling di Kabupaten Pasuruan.
Rata-rata jembatan ini lebarnya hanya sekitar tujuh meter. Idealnya antara 12 sampai 14 meter.
Kondisi ini cukup membayakan. Misalnya, Jembatan Bokwedi. Saat musim hujan, jembatan ini selalu langganan banjir.
Sungai Petung sering meluap dan meluber ke jalan. Akibatnya, jembatan ini selalu macet.
Pejabat Pembuat Komitmen Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim Bali Wahyu Wibowo mengatakan, jembatan itu perlu dilebarkan.
Mengingat kondisinya tidak ideal. Namun, belum bisa dilakukan tahun depan.
“Sudah kami usulkan, cuma belum turun. Tahun depan baru Jembatan Kalibibis, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Ia mengaku masih mengusulkan ke Pemerintah Pusat agar bisa segera dilebarkan. Pihaknya berharap masyarakat bersabar dan lebih berhati-hati saat melintas agar tidak membahayakan.
“Tahun depan kami coba usulkan lagi. Agar bisa segera dilebarkan. Semoga ada jawaban,” harapnya. (riz/rud)
Editor : Jawanto Arifin