PUSPO, Radar Bromo - Dua pesawat TNI AU yang jatuh di Puspo dan Lumbang, Kabupaten Pasuruan merupakan jenis pesawat EMB-314 Super Tucano TNI AU.
Pengadaan pesawat Super Tucano itu dilakukan pada 2012 silam. Pesawat itu didatangkan dari Brasil. Total saat itu ada 16 unit pesawat Super Tucano.
Penugasan Skadron 21 Lanud TNI AU Abdulrachman Saleh. Dari data yang dihimpun, Pesawat Super Tucano memiliki tipe: AT-29B (kursi ganda).
Mesin itu jenis pesawat Super Tucano jenis Pratt & Whitney Canada PT6A-68C Turbo Propeller.
Dari sumber yang dihimpun TNI AU, pesawat itu memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya, pesawat Latih Tempur berkemampuan Counter Insurgency atau anti perang gerilya.
Pesawat itu juga punya kemampuan mendukung misi pengintaian, close air support, dan penumpasan pemberontak.
Pesawat itu bisa difungsikan untuk tugas multi role. Dengan penekanan pada serangan permukaan.
Pesawat itu juga mampu bermanuver secara gesit dan lincah. Serta, bisa menahan gaya gravitasi sampai batas maksimum +7g dan -3,5g.
Pesawat juga dibekali sistem perlindungan proteksi untuk kabin penerbang. Kabin pilot dilindungi baja kevlar.
Sejatinya, pesawat juga dilengkapi sistem kursi pelontar Martin Baker dengan pola zero-zero. Serta sistem buka tutup kanopi dan dapat diaktifkan secara elektrik.
Sistem senjata pesawat juga dilengkapi senapan mesin berat kaliber 12,7mm. Jenis FN Herstal M3P pada bagian sayap, dilengkapi cantelan pada sayap kiri dan kanan dengan kapasitas maksimum 250 kilogram.
Dilengkapi cantelan utama di bagian bawah pesawat dengan kapasitas maksimal 350 kilogram.
Bisa membawa senjata jenis MK-81, MK-81, bom cluster, rocket pod FAAR, rudal berpemandu laser, rudal anti pesawat jenis AIM-9L Sidewinder.
Pesawat juga dilengkapi sistem pertahanan diri dari Radar Warning Receiver, Missile Approach Warning System, dan Flare Dispenser. Dengan memiliki sistem Forward Looking Infrared. (mie)
Editor : Muhammad Fahmi