Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Proyek Smart Prison Dikebut, Jika Jadi Bakal Setara Penjara di Luar Negeri

Muhamad Busthomi • Senin, 13 November 2023 | 20:15 WIB
DITINJAU: Direktorat Jenderal Pemasyarakatan ketika di lokasi proyek Smart Prison di Kepel.
DITINJAU: Direktorat Jenderal Pemasyarakatan ketika di lokasi proyek Smart Prison di Kepel.

PASURUAN, Radar Bromo – Pembangunan Lapas Terintegrasi di Kota Pasuruan terus dikebut. Dengan konsep smart prison, gedung pemasyarakatan tersebut ditargetkan bakal punya kecanggihan serupa di negara-negara luar.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Program dan Pelaporan Ditjenpas Dimas Krisna Setiawan seusai meninjau proyek pembangunan Lapas Terintegrasi di Kelurahan Tapaan, Kecamatan Bugul Kidul, Jumat (10/11). Dimas meninjau langsung pekerjaan di lapangan di area Blok Hunian maupun di area Kantor Teknis.

Ia menjelaskan konsep smart prison yang akan diterapkan di Lapas Terinterasi merupakan hasil studi tiru sistem pengamanan bangunan pemasyarakatan yang telah diterapkan beberapa negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman.

”Sistem Smart Prison yang akan kami terapkan cukup canggih dibandingkan dengan sistem yang diterapkan di negara-negara lain,” katanya.

Namun dia juga berpesan agar pekerjaan smart prison di Kota Pasuruan bisa lebih maksimal. Diantaranya agar disiapkan extension pada saluran bio septic tank untuk mengakomodasi apabila terjadi kelebihan kapasitas penghuni.

Kemudian juga pagar transparan yang diyakini akan lebih aman jika langsung disambungkan dengan sudut depan bangunan blok hunian. Sehingga tidak ada sela di samping untuk ruang gerak WBP.

”Di sisa waktu kontrak kami berharap agar dimanfaatkan dengan baik untuk pelaksanaan pekerjaan agar dapat diselesaikan dengan baik, disusun strategi-strategi yang dapat mendukung penyelesaian pekerjaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas IIB Pasuruan Ma’ruf Prasetyo Hadianto mengatakan, bahwa proyek smart prison itu dibangun bertahap. Tahun ini, memasuki tahap kedua setelah pematangan lahan dimulai tahun lalu. Ia menyebut progress pekerjaan sejauh ini sudah mencapai 82,014 persen.

”Ada deviasi positif sebesar 9,775 persen dari target rencana 72,238 persen,” jelasnya. (tom/fun)

 

Editor : Ronald Fernando
#Smart Prison #kemenkum ham #lapas pasuruan