GONDANGWETAN, Radar Bromo - Memasang selang elpiji berujung tragedi. Apes dialami Moch Mahfud, 25. Pemuda asal Dusun Bendo, Desa Sekarputih, Kecamatan Gondangwetan, tersebut mengalami luka bakar lantaran tersambar api saat memasang selang elpiji.
Akibatnya, dia mengalami luka bakar dan harus mendapat perawatan medis.
Dia sempat dilarikan ke Puskesmas Gondangwetan. Karena puskesmas tak sanggup, dia harus dirujuk ke RSUD Grati.
Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, insiden itu terjadi Rabu (9/11) sore. Saat itu, korban dimintai tolong untuk memasang selang elpiji.
Korban menyanggupi karena elpiji hendak digunakan untuk memasak.
Apesnya, saat memasang selang elpiji melon, dia melakukannya dekat dengan tumang alias kompor kayu yang ada di dalam rumah.
Diduga karena pemasangan tidak tepat, elpiji ngowos. Seketika itu api menyambar tangannya.
“Katanya dimintai tolong oleh ayahnya. Mungkin karena tidak pas, elpiji ngowos,” beber Arifin, tetangga korban.
Bukan hanya menyambar tangan dan sebagian wajah Mahfud.
Api sempat menyambar atap rumah dan membakar sebagian bangunan dapur.
Kontan saja seisi rumah kalang kabut. Warga akhirnya berdatangan. Namun karena khawatir api membesar, damkar dihubungi.
Tak lama berselang, satu unit damkar milik Pemkot Pasuruan tiba di lokasi.
Personel damkar lalu melakukan pembasahan hingga memastikan api benar-benar padam.
Bagaimana dengan Mahfud? Pemuda yang masih bujang itu sempat kesakitan.
“Saya yang membawa ke Puskesmas Gondangwetan. Naik motor,” beber Arifin.
Begitu tiba di puskesmas, rupanya tim medis meminta agar Mahfud segera dibawa ke rumah sakit.
“Karena darurat, saya bawa ke RSUD Grati. Naik motor lagi,” beber Arifin.
Insiden ini juga memantik kepolisian tiba di lokasi. Kapolsek Keboncandi AKP Agus S mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan dan telah olah TKP.
“Dugaan sementara karena elpiji ngowos yang terjadi karena salah memasang. Korban mengalami luka bakar 30 persen dan masih dirawat di RSUD Grati,” beber Kapolsek. (fun)
Editor : Jawanto Arifin