Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Libatkan Dokter Spesialis Turun Langsung ke Pelosok Desa untuk Obati Pasien Lanjut Usia

Erri Kartika • Senin, 6 November 2023 | 04:37 WIB
JEMPUT BOLA: Parliyat, 67, diperiksa tenaga kesehatan langsung ke rumahnya di Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan.
JEMPUT BOLA: Parliyat, 67, diperiksa tenaga kesehatan langsung ke rumahnya di Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan.

Tidak semua orang yang sakit mampu berobat ke rumah sakit. Apalagi jika pasien sudah lanjut usia (lansia). Sakit saat lansia kini menjadi persoalan di Indonesia. Pelayanan lansia ini menjadi perhatian khusus. RSUD Grati sudah merealisasikannya. Lewat Sister Peri, RSUD Grati punya tim yang rela langsung turun ke rumah pasien. Supaya pasien lansia tetap mendapatkan perawatan dan punya harapan untuk sembuh.

ERRI KARTIKA, Lumbang, Radar Bromo

Hari sudah cukup terik saat Jawa Pos Radar Bromo datang ke RSUD Grati. Di rumah sakit kebanggaan yang dibangun untuk masyarakat wilayah Timur Kabupaten Pasuruan tersebut, media ini memang sudah berjanji untuk mengikuti pelayanan Sister Peri.

Sister Peri yang dimaksud memang sebuah inovasi yang sudah lama dijalankan manajemen RSUD Grati. Kepanjangannya adalah Sistem Terpadu Pelayanan Geriatri untuk pasien lanjut usia.

Kebetulan saat itu memang sedang ada jadwal untuk kunjungan ke pasien. Sambil menunggu dokter spesialis, perawat dan tenaga kesehatan lainnya, sasarannya adalah Kecamatan Lumbang.

Setelah semua tim siap, Jawa Pos Radar Bromo bergegas berangkat menuju ke Kecamatan Lumbang. Kira-kira dari Grati, kecamatan ini berjarak kurang lebih 10 kilometer. Persis pukul 12.15, tim Sister Peri berangkat.

“Layanan kunjungan pasien lansia ini biasanya dilakukan siang hari, setelah layanan di RSUD sudah selesai. Jadi, tidak mengganggu layanan umum. Setelah layanan umum selesai, baru layanan Sister Peri ini berangkat ke rumah-rumah pasien,” ungkap Direktur RSUD Grati drg Dyah Retno Lestari.

Ada 2 mobil yang berangkat. Satu mobil khusus Sister Peri. Satu mobil lagi untuk tenaga kesehatan (nakes). Mobil kedua yang ditumpangi Jawa Pos Radar Bromo.

Kunjungan pasien pertama berada di Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang. Di kecamatan yang termasuk dataran tinggi ini, tim Sister Peri tidak mudah menuju lokasi. Bahkan untuk mencari pasien pun, harus bertanya-tanya ke warga. Yang pasti, tidak masuk google maps.

Selain harus naik ke jalan sempit dan menanjak, rumah pasien juga harus masuk lagi ke gang-gang. Di sinilah tantangan tim Sister Peri. Sebab semua peralatan medis tentu harus dibawa oleh tim tenaga kesehatan.

Selang beberapa menit, tim akhirnya tiba di rumah Parliyat. Pasien berusia 67 tahun ini mengeluhkan tubuh bagian kirinya tidak bisa bergerak 3 bulan terakhir. Sehingga tidak bisa bangun dari tempat tidur.

Dugaan sementara, pasien lansia ini mengalami stroke. Karena tidak bisa keluar dari rumah, maka tenaga kesehatan mulai dari dokter spesialis saraf, tim laboratorium, ahli gizi, apoteker dan fisioterapis memeriksa langsung kondisi pasien. Harus ke rumah pasien.

“Dugaan ada penyumbatan pembuluh darah dan gejala stroke. Juga disertai gangguan sendi lutut,” ungkap dr Faishol Sp.N yang memeriksa langsung pasien.

Karena masih pertama, maka pemeriksaan lanjutan diperlukan lagi. Nah, di pemeriksaan lanjutan ini, tim memutuskan Parliyat harus dibawa ke rumah sakit.

Sebab hanya di rumah sakit, Parliyat bisa diperiksa lebih detail. Dia pun bisa dibawa dengan mobil Sister Peri ke RSUD Grati, yang sudah tersedia alat CT-Scan kepala.

BANTU MASYARAKAT: Pemberian obat-obatan secara gratis yang menjadi layanan Sister Peri.
BANTU MASYARAKAT: Pemberian obat-obatan secara gratis yang menjadi layanan Sister Peri.

Sebelum diobati, Parliyat sering mengeluhkan sakit. Hanya bidan desa yang memeriksanya. Sehingga setelah koordinasi dengan bidan setempat dan Puskesmas, dia akhirnya bisa mendapat layanan Sister Peri ini.

Parliyat yang butuh penanganan lanjutan, lalu dilaporkan ke RSUD Grati. Hingga dia pun didatangi langsung oleh tim Sister Peri.

 

Dalam Sehari, Bisa 2-3 Pasien yang Ditangani Tim

Dengan menjemput pasien lansia ke rumahnya, inovasi Sistem Terpadu Pelayanan Geriatri (Sister Peri) milik RSUD Grati, sudah beberapa kali diganjar penghargaan. Jawa Pos Radar Bromo yang melihat langsung tim Sister Peri, menilai wajar jika program ini diganjar apresiasi.

Betapa tidak, dalam sehari, kunjungan Sister Peri ini bisa 2-3 pasien. Ini tergantung dari permintaan masyarakat sekitar.

Inovasi Sister Peri sebenarnya sudah berjalan kurang lebih 3 tahun. Direktur RSUD Grati drg Dyah Retno Lestari mengatakan bahwa program ini terus dilakukan lewat kolaborasi dengan Puskesmas-Puskesmas, Bidan wilayah kerja kecamatan, Camat, PKK.

“Alhamdullilah, mereka aware dengan inovasi ini. Semuanya sangat proaktif untuk melaporkan jika ada warga yang membutuhkan rujukan dan pelayanan lebih lanjut menghubungi layanan Sister Peri,” dokter berhijab tersebut.

Saat ini Sister Peri memang masih fokus di wilayah Kabupaten Pasuruan wilayah Timur mulai dari Grati, Nguling, Lekok, sampai Lumbang, Winongan, Puspo, Kejayan dan sekitarnya.

Selain tim Sister Peri, dokter spesialis juga turun langsung. Mulai dari dokter spesialis penyakit dalam, penyakit bedah, spesialis saraf sampai spesialis paru.

LIBATKAN DOKTER SPESIALIS: Pemeriksaan pasien stroke langsung oleh dokter spesialis di Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan.
LIBATKAN DOKTER SPESIALIS: Pemeriksaan pasien stroke langsung oleh dokter spesialis di Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan.

Tak hanya home visit (kunjungan). Sister Peri juga bisa melayani antar-jemput jika pasien lansia kesulitan biaya atau transportasi untuk kontrol ke RSUD Grati. Asyiknya, semua layanan ini gratis untuk masyarakat.

RSUD Grati juga memiliki aplikasi Avanger yang melayani 24 jam kegawatdaruratan. Maka sangat mudah jika rumah sakit menemukan laporan.

Mengapa hanya lanjut usia? Layanan Geriatri memang menjadi salah satu fokus utama bagi layanan RSUD Grati. Mengingat Kementerian Kesehatan memprediksi pada 2035 nanti, jumlah lansia di Indonesia meningkat dua kali lipat menjadi 36 juta jiwa.

Tingginya jumlah lansia ini menjadi tantangan tersendiri mengingat lansia rentang terserang penyakit. Tak terkecuali di Kabupaten Pasuruan.

Di wilayah timur Kabupaten Pasuruan, masih banyak daerah pelosok yang masyarakatnya yang tidak aware dengan layanan kesehatan. Sebagai rumah sakit milik Pemkab Pasuruan, maka RSUD Grati harus membuat fasilitas kesehatan menyentuh mereka. RSUD Grati harus proaktif hadir untuk mendekatkan layanan.

Kepala Puskesmas Lumbang dr. Nis Cahyono juga sangat terbantu dengan layanan Sister Peri dari RSUD Grati. “Layanan Sister Peri ini sudah beberapa kali di Lumbang. Sangat terbantu apabila ada pasien yang kronis dan butuh perawatan apalagi bagi masyarakat yang terkendala biaya atau transportasi,” ujarnya.

Dengan kolaborasi yang baik dengan puskesmas ini, bisa memberikan dampak yang positif. Warga merasa diperhatikan dan lebih senang karena langsung terlayani di rumah mereka. (eka/fun)

Editor : Fandi Armanto
#kementerian kesehatan #layanan kesehatan #Jemput Bola Layani Warga #RSUD Grati #Sister Peri #pasien lanjut usia