PURWOSARI, Radar Bromo - Apes dialami Habib Yusuf Asegaf, 56. Ia dikeroyok sejumlah pemuda sepulang menonton sepak bola gala desa (galdes) di Dusun Sukun, Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari.
Yusuf yang kemarin kepalanya masih diperban mendatangi Mapolsek Purwosari. “Saya melaporkan kasus pengroyokan yang menimpa saya,” katanya yang datang dengan ditemani istri dan anaknya.
Warga Dusun Krajan, Desa Kedumungan, Kecamatan Kejayan, itu menceritakan, pengeroyokan itu dialaminya Kamis sore sekitar pukul 17.30 petang. Ia dikeroyok di tepi jalan Dusun/ Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari.
Menurut pria yang juga ketua ormas Gaib Perjuangan itu, sore itu ia pulang usai nonton bola. Ia mendukung tim Desa Kedumungan melawan Desa Sukodermo. Di laga itu, tim Kedumungan menang dengan skor 1-0.
“Pas perjalanan pulang naik motor sendirian, di jalan saya dicegat sejumlah pemuda. Saya jadi sasaran pengeroyokan. Batu bata dipukulkan mengenai kepala belakang saya dan luka-luka sekaligus berdarah,” tuturnya.
Usai dihajar, para pelaku langsung kabur. “Seingat saya, terduga pelaku pengeroyokannya sekitar 4–6 orang. Wajah dan ciri-cirinya saya ingat. Tapi, saya tidak mengenal,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Purwosari AKP Hudi Supriyanto menuturkan, kasus itu jadi atensinya. “Saat ini masih dalam lidik. Terduga pelakunya sudah kami kantongi identitasnya. Perlu dalami dulu,” ungkapnya. (zal/mie)
Editor : Ronald Fernando