BUGUL KIDUL, Radar Bromo- Warga di Kelurahan Kepel, Bugul Kidul, dibuat gemar Jumat (27/10) sore. Ini setelah seorang pemotor ditabrak kereta api (KA) di perlintasan yang ada di sana. Korban pun langsung tewas di lokasi kejadian.
Korban yang identitasnya belum diketahui, rupanya menerobos portal. Bahkan tak mengindahkan peringatan warga karena tetap menerobos. Korban adalah seorang lelaki pencari kapuk yang mengendarai motor. Saat kejadian, korban rupanya baru saja mencari kapuk. Itu terlihat dari karung berisi kapuk yang dibawanya di motor. Akibat ditabrak KA, tubuh korban terseret sampai 100 meter dan langsung tewas di lokasi kejadian.
Insiden terjadi pukul 15.15. Sore itu warga sempat melihat, korban mengangkut kapuk sebanyak 1 karung dan melaju dari utara ke selatan. Di saat yang sama, portal perlintasan sebenarnya sudah tertutup lantaran ada kereta mau melintas.
“Dia (korban, red) sedang mencari kapuk dari utara. Sepertinya mau pulang,” kata ketua RT 2/RW 5, Kelurahan Kepel Soleh, 50.
Padahal saat itu portal sudah menutup. Sudah ada peringatan KA akan melintas waktu itu. Namun rupanya korban nekat. Dia justru menerobos dari palang pintu yang masih ada celah. Begitu melintas di celah, korban langsung tancap gas.
Sedangkan dari arah barat, melaju KA Sri Tanjung. Brakkkkkkk. Korban tertabrak dan kapuk yang dibawanya berantakan. Motor sampai terseret hingga 1,5 kilometer.
Kanitreskrim Polsek Bugul Kidul Ipda Mintarta mengatakan, sampai sore kemarin identitas korban masih belum diketahui. Polisi masih memberi status Mr X. Dari hasil pemeriksaan di lokasi, korban memang mengangkut kapuk sebanyak 1 karung dan hendak ke jalur pantura dari utara. Akibat tertabrak KA, tubuh korban remuk.
Di sisi lain, Pelaksana harian (Plh) Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Anwar Yuli Prastyo, KA Sri Tanjung yang menabrak korban adalah relasi Lempuyangan sampai Ketapang. Kata Yuli, di lokasi kejadian merupakan perlintasan sebidang yang tidak terjaga. Namun sudah terpasang portal yang tertutup.
Kemungkinan korban membuka portal tersebut untuk melintas. Sayangnya saat akan melintas rel, korban tidak melihat ke kanan dan kiri dulu untuk memastikan tidak ada kereta api. “Membuka palang pintu dan menerobos rel KA,” kata Anwar. (zen/fun)
Editor : Fandi Armanto