Desa Semut, Kecamatan Purwodadi berbatasan langsung dengan Kecamatan Purwosari, Wonorejo, Kejayan dan juga Tutur. Desa yang berpenduduk sekitar 2.200 jiwa ini mengandalkan pertanian sebagai sektor pendapatannya. Sehingga Pemdes Semut memprioritaskan pertanian untuk pembangunannya.
DI tahun ini, Pemdes Semut tetap gencar melakukan pembangunan. Semua pembangunan merupakan usulan musyawarah desa (musdes) desa setempat di tahun sebelumnya.
“Pembangunan sarpras lingkungan untuk masyarakat, menjadi prioitas dan kami realisasikan di tahun ini yang dibiayai dari Dana Desa (DD),” ucap Kades Semut Tioso.
Pembangunan sarpras lingkungan yang dimaksud, antara lain pavingisasi jalan usaha tani dan jalan lingkungan. Masing-masing di Dusun Krajan dan Semut Kidul. Keduanya sudah tuntas dibangun dan kini dapat dimanfaatkan masyarakat.
Selain itu, di tahun ini pembangunan fisik lainnya sarpras lingkungan di Desa Semut. Diantaranya ada Tembok Penahan Jalan (TPJ) di Dusun Welang, Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Krajan. Ada juga plengsengan irigasi di Dusun Krajan, sumur bor di Dusun Krajan dan rabat beton jalan lingkungan di Dusun Semut Kidul. PAUD di Dusun Krajan juga dapat sentuhan yakni membuatkan kanopi.
“Pelaksanaan fisik pembangunannya dilakukan Tim Pengelola Kegiatan (TPK). Semuanya sudah terealisasi di termin pertama dan kedua tahun ini. Bertujuan untuk peningkatan hasil pertanian, dan memudahkan akses transportasi warga,” tuturnya. (zal/fun/*)
Penghasil Padi, Sayur dan Buah
PERTANIAN menjadi sektor perekonomian utama warga di Desa Semut. Desa yang memiliki tiga dusun (Krajan, Welang dan Semut Kidul), memiliki luas lahan pertanian sekitar 195 hektare. Dari luas tersebut, Desa Semut termasuk desa lumbung padi di Kecamatan Purwodadi. Meski ada juga komoditi lain seperti tomat, lombok dan semangka.
“Tanah di desa kami cukup subur. Kebutuhan akan air untuk irigasi pertanian juga tercukupi. Sehingga cocok sekali dengan pertanian padi, serta tomat, lombok dan semangka,” kata Kades Semut Tioso.
Khusus untuk tanaman padi, dalam setahunnya bisa panen hingga tiga kali. Satu hektare sawah mampu menghasilkan 6-7 ton saat panen. Saat musim panen padi tiba, padi dijual dalam bentuk gabah.
“Hasil dari pertanian, untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Sisanya jika ada, ya di tabung. Karena tidak ada perusahaan, sektor pertanian menjadi perekonomian utama masyarakat di desa kami,” ungkap Tioso yang juga ketua AKD Kecamatan Purwodadi.
(zal/fun/*)
Pembangunan di Desa Semut Tahun 2023 :
- Pavingisasi jalan usaha tani di Dusun Krajan
- Tembok penahan jalan di Dusun Welang
- Plengsengan irigasi di Dusun Krajan
- Pavingisasi jalan lingkungan di Dusun Semut Kidul
- Sumur Bor di Dusun Krajan
- Tembok penahan tanah di Dusun Krajan
- Rabat beton jalan lingkungan di Dusun Semut Kidul
- Atap Kanopi PAUD di Dusun Krajan