Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Baru Operasi, Kandang Ayam di Brambang Gondangwetan Terbakar, Pemilik Rugi Rp 2 M

Fuad Alyzen • Kamis, 12 Oktober 2023 | 16:29 WIB
DILALAP API: Kondisi kandang dan satu unit mobil Toyota Rush hangus usai terbakar, Rabu dinihari (11/10). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
DILALAP API: Kondisi kandang dan satu unit mobil Toyota Rush hangus usai terbakar, Rabu dinihari (11/10). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

 

GONDANGWETAN, Radar Bromo – Kandang ayam berkapasitas 24 ribu ekor di Desa Brambang, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, itu baru beroperasi. Baru dua bulan. Namun, Rabu dinihari (11/10), semuanya habis terbakar. Pemiliknya pun mengalami kerugian sangat besar. Sekitar Rp 2 miliar.

Kerugian ini berasal dari barang-barang yang hangus terbakar di lokasi kejadian. Antara lain, bangunan perusahaan PT Adi Persada Beton yang berupa kandang ayam dua lantai. Bangunan ini hangus tak tersisa, beserta seluruh isinya.

Antara lain, satu unit mobil Toyota Rush tahun 2013 dan satu unit motor Honda Beat tahun 2014. Keduanya terletak di dalam bangunan yang biasa dipakai parkir. Berada di antara kandang ayam.

Selain itu, satu unit HP Oppo A12 dan satu unit HP Samsung A7 milik dua karyawan. Lalu, kadang ayam dua lantai yang terbuat dari kayu dan 24 ribu ekor ayam potong yang berusia 12 hari.

Perusahaan ini milik Andri Firman Maulana, 26, warga RT 1/RW 3, Desa Brambang, Gondangwetan. Letaknya tidak jauh dari rumahnya. Berada di lahan seluas 940 meter persegi.

Kebakaran itu sendiri diketahui pukul 01.30. Saat itu, api tiba-tiba muncul dari tengah bangunan perusahaan dan membesar. Api yang langsung membesar membuat warga sekitar pun panik.

 “Nggak tahu awalnya seperti apa. Tiba-tiba warga berlarian menuju lokasi kebakaran sambil teriak-teriak. Saya waktu itu tidur. Tapi langsung bangun mendengar teriakan warga. Kemudian langsung ikut berlari ke lokasi kebakaran,” ujar warga sekitar, Iwan Pahlevi, 39.

Sementara berdasarkan keterangan awal yang dikumpulkan pihak kepolisian, malam itu ada tiga karyawan yang sedang berjaga di perusahaan. Mereka yaitu, Sholehudin, Abdulloh, dan Fathur Rozi.

Lewat tengan malah, ketiganya beristirahat. Sholehudin istirahat di musala khusus karyawan. Letaknya di utara kandang ayam. Lalu Abdulloh dan Rozi istirahat di kamar tidur lantai 2 kandang ayam tersebut.

“Saat diminta keterangan tim Inafis Polres Pasuruan Kota, ketiganya sudah istirahat saat kebakaran terjadi,” terang Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda M Junaidi.

Lalu sekitar pukul 01.30, dari lantai satu yang merupakan tempat kandang ayam, terasa hawa panas. Juga terdengar suara api gemeretak.

Sholeh yang menyadari hal itu, segera keluar dari musala.  Dia langsung mengecek gedung berlantai dua itu. Saat itu di lantai satu atau tempat kandang ayam, dia melihat api sudah membara. Namun, baru bagian tengah kandang yang terbakar.

Sholeh pun berteriak ada kebakaran. Dia memanggil kedua temannya, Abdulloh dan Rozi yang saat itu tertidur lelap di lantai dua. Mendengar teriakan itu, keduanya langsung turun dan menyelamatkan diri dari api yang makin membesar.

“Mereka lantas berteriak minta tolong kepada warga sekitar,” ujarnya.

Sembari meminta tolong, ketiganya mendatangi rumah bos mereka dan melaporkan kebakaran itu. Pada Andri, Sholeh menjelaskan bahwa api pertama muncul di tengah kandang ayam.

Diduga, api itu berasal dari heater atau pemanas suhu ruangan yang berada di tengah kandang ayam. Jumlahnya sebanyak 2 unit di lantai 1.

“Kandangan ayam ini baru beroperasi sekitar dua bulan yang lalu. Dan baru panen ayam potong satu kali,” lanjut Junaidi.

Di sisi lain, warga sekitar langsung bahu membahu memadamkam api dengan alat seadanya. Namun, api tidak berhasil padam. Malah, kian membara dan merembet ke seluruh kandang.

Karena itu, warga lantas meminta bantuan Damkar Kabupaten Pasuruan. Sekitar pukul 02.30, dua unit mobil Damkar tiba di lokasi kebakaran. Termasuk satu unit mobil Damkar Kota Pasuruan yang ikut membantu.

Puluhan petugas Damkar itu pun langsung sigap menurunkan selang. Kemudian memadamkan api yang sudah membara di peternakan ayam itu.

“Kebakarannya di kabupaten. Kami hanya membantu untuk memadamkan api saja. Demi kepentingan bersama,” ujar Kalaksa BPBD Kota Pasuruan Samsul Hadi.

Lima jam kemudian atau sekitar pukul 07.30, baru api berhasil dipadamkan. Terhitung lahan seluas 940 meter persegi habis terbakar. Seluruh dinding dan atap bangunan yang terbuat dari kayu itu pun hangus tak berbekas.

Danru Damkar Kabupaten Pasuruan Subagio menambahkan, pagi itu seluruh petugas melakukan pendinginan. Yang terbakar adalah seisi kandang ayam dari bangunan kayu tersebut.

Petugas Polsek Gondangwetan dan Polres Pasuruan Kota yang ada di lokasi lantas menghitung kerugian bersama pemilik perusahaan. Dari sana diketahui, kerugian mencapai sekitar Rp 2 miliar.

 “Angka kerugian itu informasi dari pemilik. Dan pemiliknya akan bertanggung jawab,” katanya.

Tak hanya itu, tanaman jagung yang berada di sekitarnya juga berdampak kebakaran. Akibat panasnya api, daunnya mengering. “Tidak tahu berapa luas tanaman jagung yang kering. Kami fokus ke pemadaman,” ujar Subagio. (zen/hn)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#kebakaran pasuruan #kandang ayam terbakar