PASURUAN, Radar Bromo - Terpilihnya Kota Pasuruan menjadi tuan rumah gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXX Jawa Timur memang sebuah kebanggaan. Terlebih operasi wajah kota dilakukan besar-besaran sebelumnya. Hasilnya, branding kota ‘Madinah van Java’ benar-benar membuat kafilah dari berbagai daerah pangling.
Perubahan yang terjadi di kota kecil ini memang cukup signifikan. Mulai dari kawasan jantung kota. Hingga beberapa spot heritage yang tersebar. Keberadaan Payung Madinah di kawasan wisata religi menjadi salah satu spot yang cukup ikonik. Tidak sedikit kafilah yang menyempatkan waktu di sela-sela agenda musabaqah untuk mengunjunginya.
Salah satunya, rombongan kafilah asal Lamongan. Mereka bahkan sudah menjujuki kawasan Payung Madinah di hari pertama tiba di Kota Pasuruan, Jumat (29/9). Setelah melakukan registrasi peserta, mereka langsung menuju Masjid Jamil Al-Anwar untuk menunaikan Salat Asar.
”Kami menyempatkan waktu untuk berziarah lebih dulu di makam Mbah Kiai Hamid,” kata Mas Rifqiyah Maulana Alfisyah, salah satu peserta asal Lamongan di cabang Karya Tulis Ilmu Alquran (KTIQ)
Dia bersama 80 peserta lain, pendamping, dan ofisial begitu menikmati suasana kawasan wisata religi dengan wajah barunya sekarang. Menurut Alfisyah (panggilannya), Payung Madinah memberikan nuansa yang benar-benar berbeda bagi wajah Kota Pasuruan. ”Alhamdulillah bagus dan bersih,” ungkap dia.
Mahasiswi pascasarjana di UIN Malang itu mengaku sudah beberapa kali singgah di Pasuruan. Tetapi, baru kali ini ia merasakan nuansa berbeda disuguhkan kota santri. Ia juga mengaku takjub dengan Payung Madinah yang jadi ikon baru Kota Pasuruan. Menurutnya, wajah kota sekarang sudah cukup tertata.
”Kalau bahasa anak muda sekarang, kayak lebih estetik gitu suasananya,” katanya.
Pembangunan Payung Madinah sendiri dilakukan dalam dua tahun terakhir. Tahap pertama baru menyelesaikan enam unit payung yang dilakukan tahun 2022. Dan tahun ini, proses pekerjaan itu dilanjutkan untuk menggenapkan jumlah payung hidrolik itu menjadi 12 unit. (tom/hn)
Editor : Jawanto Arifin